Arsip

All posts for the month Oktober, 2011

A Bad Morning in Friday

Published Oktober 14, 2011 by Mrs Nugroho

Hi…..,

Ketika saya memposting hal ini, bukan berarti saya ingin mengumbar aib dalam rumah tangga saya. Saya hanya ingin cerita bahwa tak ada yang baik dari yang namanya pertengkaran.

Pagi tadi seperti biasa, saya dan suami bersiap-siap untuk ngantor seperti biasa. Mulanya tak ada yang bermasalah. Hanya saja saat bercanda, tiba-tiba lelaki saya itu mengucapkan suatu hal yang sangat tidak saya sukai. Awalnya merepet sebentar, lantas diam. Namun hormon menjelang datang bulan saya sepertinya minta untuk dilepaskan selepas-lepasnya. Dan jadi saja, saya ngamuk, ngambek, sampai-sampai ngancam akan berangkat ngantor sendiri (yang mana seandainya dituruti suami saya, pasti saya akan tetap ngintilin dia berangkat bareng). Saya bahkan ngambek sampai bermenit-menit diruang tamu and keep saying gak mau berangkat bareng. Pastinya dengan bermacam ocehan ala perempuan yang kalau direkam pasti tidak enak banget untuk didengar.

Di lift menjelang turun ke lobby, suami saya minta maaf atas becandaannya. Tapi dasar saya yang sedang high temperamen, justru mencubit kedua pipinya montoknya (orangnya kesakitan pastinya). Dan bisa ditebak, kami jalan ke parkiran sendiri-sendiri. Toh, pada akhirnya kami berangkat bareng juga, dasar!

Namun perjalanan kami jadi gak seperti biasanya. Saya dan dia hanya diam menatap jalanan. Saya gak tau pasti apa yang dipikirkan suami saya, namun yang jelas, hati dan pikiran saya riuh sekali. Saya nyesel, nyesel, nyesel, kenapa mesti ngomel-ngomel dipagi hari, jumat lagi. Saya nyesel setengah mati kenapa saya harus nyakitin suami saya lagi. Saya nyesel senyesel-nyeselnya karena janji saya selama ini hanya janji sambal, lupa, bikin lagi.

sampai akhirnya saat saya harus turun duluan, saya genggam tangannya. Gengsi sih masih ada pastinya :) , tapi saya gak mau hari saya dan dia diawali dengan pertengkaran belum berujung. Saya pegang tangannya, menciumnya dan meminta maaf. Saya juga katakan betapa saya sangat mencintainya. Dan saat melepasnya jalan kekantor, saya yang memang cengeng ini sudah mewek sambil memohon doa agar suami saya di lindungi dalam perjalanannya kekantor. Mewek saya bahkan masih berlanjut sampai saya dikantor. Daripada bikin malu, saya terpaksa belok ke toilet dan mewek sejadi-jadinya disana. Sambil janji lagi, saya gak akan ngulangi hal seperti ini lagi (janji lagi, janji lagi).

Namun yang pasti saya terluka sangat, saat menyakiti suami saya. Saya jauh lebih kecewa dan marah dengan diri saya saat saya marah padanya. Saya harusnya bisa lebih sabar lagi, harusnya bisa lebih cool lagi, karena saya bukan bocah lagi, saya seorang istri, yang seharusnya bisa lebih dewasa.

See…., saya gak pernah suka bertengkar, karena bukannya puas karena sudah marah-marahin pasangan, tapi justru penyesalan sejadi-jadinya yang ada. Entah dengan pasangan yang lain, yang mungkin akan dengan mudahnya bilang sudah tidak cocok lagi. Namun bagi saya, tak ada manusia yang saling cocok didunia ini. Yang ada hanyalah mencocokkan perbedaan-perbedaan itu agar menjadi sebuah harmoni.

Saya yakin suami saya tau, that I love him a lot.

Hayoks, smile lagi………………………… ^_^

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.