Saya sedang mencoba tidur, tapi tak juga bisa terpejam. Jadi beginilah saya, berjibaku dengan tumpukan karcis bioskop dari tiap film yang sudah saya tonton dengan suami tercinta saya itu.
15 Agustus ’09; 12.45 pm, Setiabudi
Ini pertama kali kami bertemu, dan masih malu-malu. Kami nonton ‘Merah Putih’. Saat nonton film inilah saya tau, pasangan saya ini orang yang punya otak. Dia ternyata lumayan melek sejarahJ
15 Agustus ’09; 00.15 am, Setiabudi
Sebenarnya gak bisa lagi dibilang tanggal 15 juga ya. Seharusnya sih sudah tanggal 16. Tapi di tiketnya masih tanggal 15. Tapi siapa yang peduli. Hari itu kami benar-benar menghabiskan waktu seharian berdua. Yah, dua orang yang baru ketemu dan maruk. ‘GI Joe’ yang kami tonton lumayan juga. Oh ya, ada satu pose dalam film ini yang sangat saya sukai. Yaitu pose saat Nick melamar gadisnya. It’s amazing! Saya berharap kami berdua bisa berpose seperti itu suatu saat nanti.
17 Agustus ’09; 21.15 pm, Semanggi
Butuh perjuangan bagi saya saat itu untuk keluar dari kantor, sehingga harus berkali-kali me-reschedule pertemuan kami. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk pergi begitu saja. Kami nonton ‘Orphan’, yang sungguh bikin dag dig dug tak karuan. Bukan hanya karena filmnya. Tapi karena saya juga menyadari betapa menyenangkannya orang yang berada disamping saya saat itu. sebelumnya kami makan di Sky Dining. Belakangan saya baru tau, hujan yang turun waktu itu ternyata telah sukses menggagalkan rencana pria saya ituJ
18 Agustus ’09; 19.45 pm, Setiabudi
Hari ini saya yang berjanji untuk mentraktirnya nonton. Tapi yang ingin saya tonton sebenarnya adalah Proposal. Cuma sayang filmnya belum keluar. Jadilah kami nonton ‘Taking of Pelham’. Waktu itu, gak tau kenapa, tangan saya dingin banget, kaya mayat. Dia aja sampai kaget. Hingga entah bagaimana caranya, tangan kami sudah saling menggenggam. Ia bahkan sesekali meniup-niup tangan saya untuk mengalirkan rasa hangat. Jangan tanya perasaan saya waktu itu, campur aduk! Dinihari itu juga ia meminta saya untuk jadi perempuan di hatinya. 19 Agustus ’09; 02.15 pm, taman menteng, tepatnya disebelah meja orang yang lagi main gaple!
20 Agustus ’09; 20.40 pm, Blok M
Akhirnya jadi juga kami nonton ‘Proposal’. Sungguh gak ada yang paling saya sukai selain saat dia menggenggam tangan saya. Rasanya nyamaaaaaaaaaaaaaaaan banget.
1 September ’09; 21.55 pm, Platinum FX
Saya yang memaksanya untuk nonton ‘Hang Over’ kali ini. Dan tentu saja kami melewatkannya dengan tetap saling menggenggam tangan masing-masing. Tapi ada yang lucu, sebelum suami saya itu masuk ke bioskop, ia tersandung sepatunya sendiri yang sudah mangap lebar minta makan. But hey, see how much I love him!
8 September ’09; 21.55 pm, Setiabudi
Akhirnya nonton ‘Final Destination 4’ juga. Tapi kami sempat cemberut-cemberutan. Apa pasal? Suami saya itu ogah ngebeliin cemilan. Katanya harus hemat, kan mau married. Dan ego saya meledak. Saya beli sendiri. Pasang wajah dingin, menolak dipeluknya, bahkan hingga masuk. Tapi begitu duduk, saya baru menyadari, bahwa pria saya ini benar. Kami harus hemat. Hingga akhirnya saya suapi juga kentang yang saya pegang itu. Tadinya ia menolak, it’s yours, katanya. Tapi saya bilang; I am yours, it means mine is yours. Syukurlah malam itu kami masih saling menggenggam tangan masing-masing. I love him much!
9 September ’09; 20.20 pm, Setiabudi
Nonton ‘Grudge 3’, dan hasilnya ketakutan setengah mampus. Jangan tanya seberapa kencang saya memeluk pria saya itu. Saya memeluknya sekencang yang saya bisa. Dan semakin hari, saya semakin bersyukur masih ada seseorang yang bersedia menemani saya.
10 September ’09; 21.10 pm, Semanggi
Ini rekor kami. Nonton selama tiga hari berturut-turut. ‘Evening’ ini sungguh-sungguh menyentuh hati saya. Bercerita tentang cinta yang tak sampai tujuannya. Sampai-sampai saya juga ikutan nangis. Tapi saya nangis bukan karena sang tokoh yang meninggal. Saya menangis karena sang tokoh yang meninggal itu meminta Nina, anaknya, untuk berbahagia. Juga saat Nina memohon kepada kekasihnya untuk tak akan meninggalkannya. Tak peduli seberapa bingung, aneh dan mengerikan ia kelak. Saat itu saya pun mulai bertanya, akahkah pria disebelah saya ini tetap setia bersama saya hingga tutup usia nanti?
21 September ’09; 21.25 pm, Bintaro
‘KCB 2’ dihari lebaran kedua. Saat saya selesai mengunjungi dua orang tua dari orang yang sangat saya cintai ini. Hari itu, saya memang mengunjungi ibu dirumah, dan almarhum bapak di jagakarsa. After all, saya hanya tak ingin kehilangan pria yang belakangan selalu setia bersama saya ini.
Baru saya sadari berpegangan tangan sudah menjadi ritual kami setiap kali nonton. Tapi sebenarnya saya ingin, semua orang tau betapa saya sangat mencintainya. Itu sebabnya saya selalu menggenggam tangannya saat berjalan diluar. Karena dia sudah menjadi hidup saya.