Catatan Seorang Perempuan Bebas

Juli 11, 2009

kemana rindu ini melangkah?

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — mataharicinta @ 2:27 pm

Kepada hati itu aku terlena. dimana kau berada, aku terbawa. kepada hati itu, aku terus mencoba, dimana kau berada, aku terbawa.

Entahlah, kemana dia. sampai pada pucuk cemara jejaknya pun hanya tinggal hembusan angin.

Bahkan angin pun tak lagi menyisakan apa-apa tentang harumnya. membuatku kembali menunduk menatap tanah, mencoba mencari jejak langkahnya. tapi tetap tak ada. segalanya, seperti hilang bersama angin.

Setidaknya, pada tanah ada harapan yang dinyanyikan rindu. setidaknya pada tanah, pelangi selalu menari. setidaknya pada semua, rindu akan selalu menggebu.

Tapi kali ini tak ada rindu yang bermuara harap. tak ada hujan pula yang mencipta semburat warna warni di ujung langit. pun sejujurnya, aku tak tau kemana rindu ini bermuara. ia seolah kehilangan dermaganya. dermaga yang tadinya masih disana. tapi tak lagi kulihat kini.

Jika tak ada rindu lagi, untuk apa perahu itu melaut. hanya pada lambaian selendang nona ditingkahi lenggok nyiur kelapa, pelabuhan menjadi bermakna, dan demi pasir yang mengajarkan tepi pada laut….melati terus berharap.

Rindu itu masih ada. hanya saja, bumi seolah enggan menerimanya. hingga ia melayang kesana kemari tak tentu arah. rindu itu masih ada. hanya saja, ia masih menunggu. ia berharap ada tepi pada laut yang bisa diinjaknya. tapi, ia tetap tak menemukannya. ada rindu, yang tak menemukan tempat berpulangnya, maka kemana langkah harus kubawa?

Bukankah antara langit dan bumi ada horison yang membuat semuanya lebih indah. rindulah pada suatu ketika yang merenggutmu dari kehidupan dan juga pada waktu yang tak pasti menarikmu kedalam bianglala kebahagiaan.

Andai ada horison yang bisa  menempatkan rindu itu disana, maka pasti akan kulakukan. rindu itu memang telah menarik jiwaku dari raganya. membawanya pada suatu tempat yang mulai tak kukenali. bukan bianglala kebahagiaan. dan kuharap bukan pula bianglala kesengsaraan. tapi rindu itu hanya berputar-putar disana. ia tak bisa memilih tempatnya menjejak. namun entah kenapa, sejauh mata memandang, hanya ada hamparan gelap. tak ada cahaya yang bisa menuntun rindu ini. aku mulai lelah, tapi masih tak ingin menyerah…..

ada sayap yang terluka, ada gelap yang menghunjam…. dimanakah rindu saat gelap itu mengundang dirimu masuk kedalamnya, disana mungkin tidak ada tarian dengan kipasan sayap… tapi pada kegelapan cahaya lebih berarti, pada kesengsaraan kebahagiaan lebih terasa indah…..

tapi dimana menemukan cahaya saat gelap mengepungku? tak ada tarian yang bisa kulihat karena mataku menjadi buta bersama gelapnya ragaku. andai ada cahaya diujung sana, akan kukejar seberat apapun jalannya. meski mungkin saja akan mengoyak-ngoyak sayapku yang telah terluka. aku hanya ingin melihat setitik saja cahaya. adakah yang bisa menuntunku?

biarlah waktu yang mengobati hati dengan sebentuk senja, bersiullah pada pucuk2 ilalang semoga embun masih tersimpan dibalik kelopak untuk menghilangkan dahaga… biarlah mengalir jejak itu sampai meninggalkan debu.. mungkin pada tikungan sana ada seseorang yang menyambutmu dengan pelukan hangat dan sekuntum mawar…

Maka itulah yang akan kulakukan. terlalu lelah aku melanjutkan perjalanan dan mencari jawab. maka biarkan aku disini, menunggu dalam kesendirian, dalam kegelapan. aku percaya, ada cahaya diujung sana. aku percaya, ada cahaya…..

Writen by: Neng feat Kang Almas

a lonely saturday nite……..

Juli 9, 2009

Saya sedang terpesona…..

Diarsipkan di bawah: Jatuh Cinta — Tag:, , — mataharicinta @ 10:53 am

Kalau ada yang mengatakan betapa tak belajarnya saya tentang sebuah rasa sakit akibat mencintai, mungkin itu memang benar. Betapa tidak, sekian pengelaman menyakitkan ternyata tak juga menyurutkan rasa hati ini untuk mencintai seseorang. Bahkan meskipun rasa itu harus membuat hati berdarah-darah karenanya.

Tapi memang bukan saya namanya jika pernah kapok. Toh, saya pada akhirnya jatuh cinta lagi. Jatuh cinta yang membuat saya merasa selalu cerah. Meski tak selalu melihat sosoknya, rasa itu sanggup melukis berbagai siluet warna setiap kali saya menatap cahaya.

Hah…, berubah puitis pula saya. Tapi, biarlah. Intinya, saya saat ini tengah terpesona. Saya tengah terpesona akan semua gerak-geriknya. Saya terpesona pada semua yang ditulisnya. Saya terpesona pada semua yang dijadikannya indah penuh warna diatas frame. Saya……, memang sedang terpesona agaknya.

Saya ingin terus terpesona. Karena itu, sedikit banyak membuat saya merasa menjadi perempuan. Perempuan yang tengah mencintai seseorang, dengan apa adanya dirinya.

Saya ingin terus terpesona. Karena itu membuat saya merasa paling ahli dalam bidang seni, meskipun saya tak menyandang gelar untuk itu. Keterpesonaan itu mendadak mampu membuat saya mengerti apa kata angin. Membuat saya mengerti apa yang tengah dimaksud bumi saat dicurah ribuan tetes air dari langit.

Ah, semakin tak karuan saja rasanya puitis ini. Satu yang saya rasa, saat ini saya memang terpesona padanya. pada dia yang disana, yang terpisah oleh batasan-batasan tembok gedung ibukota.

Tapi saya tak peduli. karena keterpesonaan saya, ternyata mampu merubuhkan batasan itu……..

Juli 3, 2009

God, please……….

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — mataharicinta @ 12:44 pm

How’s life treating you?

For me, it’s not always good. and  i do believe that all people do face the same thing as me.

I Really do not want to complain. but my life seems getting more horrible day after day.

Until i think, that i’m not breathing again……..

Blog pada WordPress.com.