Sampai dirumah, perasaan saya mulai tenang. yah, tentunya masalah tidak hilang begitu saja. tapi saya mulai berpikir, masalah sepelik apapun pasti selalu ada jalan keluarnya selama kita mau berusaha.
“tatak….!” dan inilah satu lagi hal hebat yang membuat saya selalu suka pulang kerumah. sejak keluarga kami memiliki 1 lagi anggota baru, rumah menjadi berbeda.
“tak ita……..!” suara kecil yang melengking itu memanggil lagi. kali ini ia sudah berdiri di hadapan saya dan menanti saya mengulurkan tangan dan menjabat tangan mungilnya.
berapa banyak dari kita yang peduli pada hal-hal ajaib dari seorang batita? apalagi jika ia tengah dililit masalah pelik. padahal, semakin berlari dan bersembunyi sendirian kedalam gua, kita tidak akan menemukan siapapun. tapi menyibukkan diri dengan hal-hal kecil yang tak pernah kita perhatikan dengan purna ada kalanya selalu memberikan energi baru untuk berbuat lebih.
melihat senyuman dan merasakan tepukan lembut dipundak oleh seorang ibu hanya karena uang 1000 rupiah membuat saya berpikir, saya ingin melakukan hal-hal lain yang lebih baik lagi demi melihat senyuman dan merasakan tepukan yang seperti itu lagi. tentu saja, tidak semuanya akan begitu. tapi percayalah, berbuat baik meskipun hanya kecil saja, punya efek yang sangat besar pada hati kita sendiri. seperti seseorang yang tengah fly. ah ya, saya tahu anda pasti akan menganggap saya terlalu lebai. tapi menurut hemat saya, anda harus melakukannya sendiri untuk bisa merasakan ‘fly’ tersebut.
sering-sering melihat kebawah juga merupakan obat mujarab, ditengah-tengah dunia yang sudah semrawut ini. saat saya merasa begitu buruk dan begitu patah, saya melihat anak di kereta itu. dan tiba-tiba saya mulai merasa, saya adalah orang yang masih beruntung. saya bukan sedang patah, saya hanya belum berbuat yang terbaik. hingga saat terjatuh sedikit saja, saya sudah merasa begitu buruk dan patah.
rajin melihat kebawah juga mengajari saya untuk melakukan sesuatu yang sangat penting, bersyukur! seperti yang sudah dijanjikan oleh Allah dalam Al-quran, dan bersyukurlah, niscaya akan Aku tambahkan rezekimu.
dan keluarga sungguh adalah obat paling mujarab untuk persoalan apapun. keluarlah dari pintu kantor dengan wajah kusut, dan anda akan masuk kerumah dengan wajah yang tersenyum karena kehangatan di dalamnya. tapi, berapa banyak yang mau repot-repot memperhatikan hal-hal seperti itu? alih-alih bercengkerama, masuk keruang kerja sering kali mereka rasa sebagai pilihan paling tepat begitu sampai dirumah.
dan saya sungguh beruntung dapat menangkap kehangatan itu melalui senyum dan celoteh tak jelas yang keluar dari bibir adik perempuan saya yang baru 1,5 tahun itu. karena seluruh tingkahnya yang polos sudah memberitahu saya, hidup ini sudah terlalu rumit untuk dibuat rumit lagi. dan alangkah rumitnya hidup yang seperti itu. seperti ia yang masih sering jatuh saat tengah berlari, begitupun juga hidup. ada kalanya harus jatuh saat kita merasa kita tidak mungkin jatuh. dan seperti adik saya, yang akan tertawa lagi setelah ia menangis karena haus, saya percaya bahwa hidup saya pun akan menemukan jalannya. tertawa setelah menangis.
PHK, kewajiban yang masih belum selesai, kini bukan lagi berarti gelap dimata saya. tapi semuanya adalah cara agar saya lebih menikmati hal-hal kecil dalam hidup yang tidak pernah saya sadari selama ini. bahwa hal-hal remeh di sekitar kita, sering sekali menjadi oase bagi hati yang tengah kering. saya memang tetap menangis, tapi setelah itu saya tahu saya akan tertawa lagi. entah karena apa, saya pun tidak tahu. tapi saya harus! karena hidup ini harus tetap dinikmati dalam keadaan apapun.
*saat lembur dikantor, dan inget pengalaman beberapa bulan yang lalu*

Terkadang obat dari suatu penyakit justru tumbuh di dekat kita, tp sayangnya mungkin kita jarang memperhatikannya.
Kehidupan memang terus berganti. Kadang kita berada di bawah dan kadang kita berada di atas.
karena hidup akan terus berjalan
tetap tegar, semangat dan tabah ya neng
to all:
life is like a tyre. sometimes above and sometimes,it’s otherwise.