Catatan Seorang Perempuan Bebas

Oktober 11, 2008

Field break

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — mataharicinta @ 2:53 pm

Field break pertama neng!

 

 

Besok itu, iyyaaa!

Besok, itu field breaknya neng yang pertama.

Akhirnyaaaaaaaaaaaaa…, pulang lagi ke rumah neng.

Seneng…seneng…..:)

 

Akhirnya pulang lagi……

So…Cuma mau bilang kalo neng besok mau pulang.

Oktober 10, 2008

bored!

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — mataharicinta @ 10:12 am

Gak ada apa2.

Hari ini neng Cuma bored!

Rasanya balik lagi ke titik nol.

Kaya yang bodo banget.

Huuuuhhhh……,

Gak tau napa nih dengan nengL

Oktober 5, 2008

Eits, hati-hati menjadi gadis manis dipertambangan

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — Tag: — mataharicinta @ 3:31 am

 

Judul diatas bukan sesuatu yang penting untuk para laki-laki. Tapi menjadi sangat penting untuk para perempuan ato yang punya judul ‘gadis’. Kenapa? Well, karena dunia pertambangan sangatlah dipenuhi dengan para pria, pria dan pria.

 

Sejujurnya tidak ada yang salah dengan menjadi seorang ‘gadis’ diarea pertambangan. Tidak ada ruginya, bahkan untung malahan. Menjadi seorang ‘gadis’ ditengah-tengah para pria ini kali lain adalah sebuah anugrah, karena dirimu akan menjadi primadona ditengah-tengah mereka. Menjadi pusat perhatian, pastinya.

 

Tapi apa iya, hanya begitu saja. Oooo…., bukan itu saja ternyata. Meski begitu, sang ‘gadis’ ini tetep harus waspada. Waspada dari mereka-mereka yang mungkin mencari kesempatan dengan kehadiran sang ‘gadis’, atau mungkin interpretasi yang berlainan dariorang yang ditemui.

 

Suatu saat karena roster kerja yang cukup panjang, yaitu 4 minggu on site dan 2 minggu off site, adalah wajar jika para pria ini mulai mencari-cari mainan untuk memuaskan rasa hausnya. Dan mereka pastinya tidak akan tertarik pada pria loh. Mereka justru akan tertarik pada sang ‘gadis’. Maka jika kau adalah ‘gadis’ yang karena suatu hal harus terdampar di pertambangan, berhati-hatilah. Kamu bisa jadi target kapan saja. Bukan sesuatu yang serius memang, tapi becandaan para pria ini tidak bisa dipungkiri pastinya selalu menjurus ke arah ‘sana’. Better to not react than reply their jokes. Because they’ll see you in the soup and you’ll have a pee together (you will not find this out in any dictionary, because it’s Australian slankers)

 

Hal lainnya, tambang erat kaitannya dengan PMA (penanaman modal asing). Dan itu juga biasanya berimbas pada kehadiran beberapa expat  di tanah kita. For your information, para expat ini biasanya akan lebih sopan dalam hal ‘flirting’ dibandingkan orang kita. Tapi sekali mereka menginterpretasikan tanggapan kita, akan sulit untuk mengcounternya kedepan. Maka jika kamu adalah ‘gadis’ hati-hati dalam memberikan perhatian untuk para expat yang ada disekitarmu.

 

Kenapa?

Sebab mereka telah terbiasa hidup secara individual (bukan seperti kita yang sangat ramah sana sini). Mereka terbiasa melakukan sesuatu sendiri tanpa adanya perhatian dari yang lain. Jika kamu ‘gadis’ mencoba-coba untuk memberi mereka sejumput perhatian, maka bersiaplah untuk sebuah penafsiran yang bahkan tak pernah kamu sangka sedikitpun. Sebab perhatian dalam hidup mereka adalah sesuatu yang sangat langka. Sesuatu yang sangat extraordinary. Sekali kamu rutin memberi mereka perhatian, itu adalah tanda bahwa kamu ingin terlibat intens dalam kehidupannya. And it means very personal. Jka tidak siap dengan kelanjutan setelahnya, jangan pernah memberikan perhatian extra kepada para expat ini.

 

See….?

Jadi ‘gadis manis’ bukanlah suatu hal yang mudah dipertambangan. Perlu usaha extra untuk memprotect diri sendiri. Karena sebagai ‘gadis’ akan ada banyak mata yang memandang padamu. So, you need to be carefull, gals!

 

*ssst…., ini sebenernya cuma gaya baru neng dalam ber’narsis’ ria, dengan mengkambinghitamkan para pria disana, huehehehehehehek*

 

 

Oktober 4, 2008

Mengapa perempuan harus memiliki uangnya sendiri.

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — Tag:, , — mataharicinta @ 4:23 am

 

Judul diatas bukan merupakan dukungan neng atas emansipasi yang tengah digaungkan oleh para perempuan masa kini. Judul diatas hanyalah sebuah refleksi atas apa yang tengah neng lihat dan perhatikan saat ini.

 

Kenapa perempuan?

Ya, karena perempuan lah kaum yang wajib diberitahu untuk yang satu ini.

 

Neng punya beberapa kisah perempuan yang menggambarkan hal ini dengan sangat baik.

 

Kisah pertama;

Ini adalah sosok perempuan mulia yang telah melahirkan neng kedunia ini. Namun sayang sekali kehidupan rumah tangganya tidak lah semulus mimpi para putri raja. Pada akhirnya, perempuan inilah yang akhirnya menjadi tulang punggung keluarga. Menafkahi semua anak2nya. Bekerja keras, kaki jadi kepala, kepala jadi kaki. Hingga akhirnya dia memang memiliki uangnya sendiri. Dia memiliki uangnya sendiri ketika harus kehilangan sosok pria yang mestinya memberinya kenyamanan hidup pernikahan.

 

Kisah kedua;

Ini tentang seorang operator dikantor neng dulu. Dia dan suaminya kerja dikantor yang sama. Tapi sayangnya tidak dengan salary yang pantas, masih dibawah umr. Tapi dia punya kartu kredit loh. Dan yang paling penting, dia masih punya banyak tagihan kredit barang2 perlengkapan rumah tangga. Hingga suatu saat, gaji bulan itu terlambat dibayarkan. Dan sang kreditur datang menagih ke kantor. Sungguh bukan saat dan tempat yang tepat untuk melihat hal seperti itu terjadi di kantor.

 

Kisah ketiga;

Ini tentang seseorang yang neng kenal baru2 ini. Dia berkisah tentang dilemanya antara memilih pekerjaannya sekarang, atau kembali menjadi guru. Tapi sebenarnya ia juga memiliki masalah dengan her marriage life. Sang suami ternyata juga belum memenuhi nafkah dengan baik. Apalagi semenjak ia bekerja dikantor yang sama dengan neng saat ini, sang suami menjadi lebih santai lagi. Ia seolah hendak menyampaikan, bahwa jika sang istri masih bekerja, tidak ada masalah keuangan yang perlu dikhawatirkan.

 

So, mengapa perempuan harus memiliki uangnya sendiri dan memastikan bahwa segala sesuatu berada dalam control?

Karena, dalam kehidupan berikutnya, kita tidak tau apa yang akan terjadi. Termasuk mama yang ditinggal cerai. Sang operator yang tidak mendapatkan kompensasi yang baik dari perusahaan, serta suami yang sekali lagi tidak mau bekerja keras.

Kenapa hari gini, masih banyak perempuan yang rela dinomorduakan, masih banyak perempuan yang mendapatkan diskriminasi, itu semua karena perempuan tidak mengendalikan keuangannya sendiri.

 

Mungkin postingan ini terkesan sangat naif. Tapi mau gak mau mesti diakui, memang itulah sebagian penyebabnya. Kenapa ada orang yang tetap mau bekerja dengan beban pekerjaan yang tidak pantas? Karena dia mengharapkan gaji bulanannya. Kenapa ada istri yang rela diselingkuhi sang suami? Karena dia tidak punya sandaran perekonomian selain dari tangan suaminya.

 

Neng melihat mama yang pada akhirnya berinisiatif untuk mengendalikan keuangnnya sendiri, hingga akhirnya neng dan adik2 bisa seperti saat ini. Tapi neng gak melihat sang operator berinisiatif untuk hal yang sama. Ia masih terikat dengan gaji bulanan yang bahkan tidak memenuhi persyaratan UMP! Dan temen neng yang satu ini? Ia masih dilema. Tapi semoga suatu saat ia bisa memahami semuanya.

 

Dan neng sendiri? Saat ini neng memang masih bekerja pada orang. Tapi neng jauh2 hari sudah menyiapkan rencana untuk pada akhirnya mengendalikan keuangan neng sendiri.

 

So….., apa yang perempuan perlukan saat ini? Mengambil alih dan mengendalikan keuangan kita sendiri!

 

Blog pada WordPress.com.