posting kemerdekaan yang tertunda

ini seharusnya udah ditulis sejak 3 hari yang lalu. tapi karena keterbatasan neng yang kadang suka moody kalo udah nulis , yah beginilah jadinya.

so.., sesuai dengan kesepakatan waktu kopdar Blogger sumut di posnya mas andi, kita kan udah sepakat buat bersih-bersih monumen yang ada di jalan ahmad yani. untungnya, dan alhamdulillah, kegiatan itu bisa terlaksana juga meski sebelumnya ada trouble2 dikit.

kronologisnya begini, sejak malam menjelang subuh sampe menjelang siang, kota medan tanggal 16 agustus kemaren terus diguyur hujan. kita yang udah deal untuk mulai kegiatan pukul 06.00 teng jadi molor sampe pukul 08.00. tapi lagi2 syukurlah, kita yang ada gak ngebiarin rintangan yang masih bisa diatasi macam itu untuk menghalangi langkah kita pagi itu. so…, barengan sama mas said ‘n mas andi kita beresin n bersihin monumen perjuangan yang ada ditaman itu.

pertama kali sampe sana, guess what? neng sampe gak ngeh kalo timbunan sampah yang neng liat disitu itu adalah pintu masuknya. bayangin aja, ada bak sampah disebelah pagar, terus jalan yang mestinya lempang udah punya penghuni berwujud kantong plastik, pecahan kaca, durian, bekas bungkus nasi plus nasinya sendiri yang bentuknya udah gak bisa dikatakan lagi. secara estetika adalah miris ngeliat monumen itu jadi seperti itu nasibnya.

biarpun sempat bergidik (suerrr…., dirumah aja neng paling males beres2:) tapi memang itulah yang jadi tujuan kita hari itu. kita pengen lewat langkah2 kecil kita, lewat sedikit sumbangsih kita, bangsa ini masih bisa sedikit tersenyum lega, bahwa masih ada putra-putrinya yang peduli dengan kondisi bangsa meski hanya lewat sentuhan kecil saja.

jadilah kita bagi2 tugas. mas andi sama mas said mulai melansir sampah2 busuk itu ke tempat pembuangan. dan neng ngapain? neng hari itu menjelma jadi tukang sapu taman. n you know what? itu adalah penderitaan banget buat neng. soalnya banyak banget nyamuk taman yang haus darah n rame2 mangsa neng. tapi neng bertahan. masih bisa kuat ini. dulu para pahlawan aja bisa tegar meski harus korban jiwa dan raga serta tenaga dan pikiran. masak neng yang hari ini cuma nyapu tugunya aja gak bisa nahan dikit dari serangan nyamuk tak berprikenyamukan ini:(

dan akhirnya, memang neng tahan. tapi setelah itu kaki neng berubah kaya kaki gajah! bengkak sana sini! but it’s oke. akhirnya neng tau satu hal, diperlukan pengorbanan untuk mewujudkan apa yang telah jadi komitmen kita. yah…., meskipun setelah itu, jempol neng masih harus berkorban karena ketusuk duri durian yang ada di balik sampah2 busuk itu:(

tapi yang paling buat neng senang, akhirnya taman itu bersih. jalan yang mengelilingi monumen pahlawan itu udah bersih dari daun2 yang jatuh. begitupun taman hijau yang ada disekelilingnya (oh ya, kita sempat dibantuin petugas taman juga loh). dan satu lagi, timbunan sampah yang ada dipintu masuk tadi sekarang udah lumayan berkurang. gak sejelek pertama kali kita liat tadi.

oke…oke…, semua pasti mau nanya kan. kenapa gak dibersihin aja semua? yap! kitanya sih pengen banget bersihin itu sampe kinclong. tapi waktu itu kita gak punya alatnya. jadi, mungkin lain kali kita akan jenguk sampah2 busuk itu lagi untuk menghancurkan mereka sampe titik sampah yang penghabisan, halah!

but…., hari itu neng sadar akan satu hal. kita gak perlu banyak orang untuk membuat dan membuktikan eksistensi diri kita. kita cuma perlu punya kemauan dan itikad. kemerdekaan tidak berarti apa2 meski jutaan orang yang merayakan, tapi tidak ada esensi berharga didalamnya. tapi meski hanya sedikit saja yang bergerak, tapi punya aksi nyata, suatu saat kelak itu pasti akan jadi awal dari kemerdekaan yang sesungguhnya. yaitu mempersembahkan sesuatu untuk bangsa meski hanya bersih2 saja.

so…from now on, i wanna tell you….

“kalo kamu yakin sama sesuatu, kamu cuma harus percaya, terus berusaha bangkit dari kegagalan, jangan pernah menyerah dan taruh keyakinan kita itu disini, taruh mimpi itu disini, juga keinginan dan cita-cita kita, semua keyakinan, keinginan dan harapan kamu, taruh disini, jangan menempel di kening. biarkan…dia menggantung ….mengambang…. 5 centimeter di depan kening kamu. jadi dia gak akan pernah lepas dari mata kamu. bawa keyakinan dan mimpi itu setiap hari, liat setiap hari, dan percaya kalo kamu bisa. apapun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu gak bisa menyerah. bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apapun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri……

biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang didepan kening kamu. dan sehabis itu yang kamu perlu cuma……

cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya serta mulut yang akan selalu berdoa.

dan kamu akan selalu dikenang sebagai seorang yang masih punya mimpi dan keyakinan, bukan cuma seonggok daging yang hanya punya nama. kamu akan dikenang sebagai seorang yang percaya pada kekuatan mimpi dan mengejarnya, bukan seorang pemimpi saja. bukan orang biasa-biasa saja tanpa tujuan, mengikuti arus dan kalah oleh keadaan. tapi seorang yang selalu percaya akan keajaiban mimpi, keajaiban cita-cita dan keajaiban keyakinan manusia yang tak terkalkulasikan dengan angka berapa pun.dan kamu enggak perlu bukti apakah mimpi-mimpi itu akan terwujud nantinya karena kamu hanya harus mempercayainya…..

percaya pada 5 centimeter didepan kening kamu……”

 
Indonesia……….
Tanah Airku. Tanah tumpah darahku…
Disanalah aku berdiri… jadi pandu ibuku
Indonesia kebangsaanku, bangsa dan tanah airku..
Marilah kita berseru Indonesia…bersatu…..

ini semua untuk Indonesia…

semoga kita semua bisa menjadi sosok-sosok yang dapat mengharumkan nama bangsa ini kapan dan dimanapun kita berpijak kelak, amin……

P.S: maaf ya temen2 semua. kabel data neng lagi gak keliatan dimana. jadi potonya sampe sekarang belum bisa dipajang. tapi neng akan usahakan secepat mungkin untuk majang segera.

 

Diterbitkan di:  on Agustus 19, 2008 at 5:11 am Komentar (16)
Tags: ,

URI untuk melacak balik entri ini adalah: http://mataharicinta.wordpress.com/2008/08/19/posting-kemerdekaan-yang-tertunda/trackback/

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini.

& Komentar Leave a comment.

  1. Sudah lihat fotonya Neng yang lagi nyapu di blognya Mas Said.
    Semoga apa yang telah diperbuat diperhitungkan sebagai ibadah ya Neng

    to bunda nin:
    amin bunda:)

  2. ayo… tetap semangat kang….
    walopun udh telat… MERDEKA

    to afwan:
    sippp..merdeka!

  3. met ultah neng, telat ya?
    hehe, mampir ya neng.

    to mas mondi:
    url nya kok ga dibuat mas?
    makasih ya mau mampir lagi:)

  4. Salam kenal kembali.
    Maaf mbak neng, saya ga bisa kopdaran.
    Besok krj. Hiks..

    to mbak kni:
    yah….moga2 kita bisa ketemu lain waktu ya mbak:)

  5. duh.. eneng… kemana aja… udah sembuh luka duri durian and bentol bentolnya :)

    to mas andi:
    udah donk:)

  6. wah anak medan hebat juga yahh..( waduh bersikan taman ahmad yani ketemu sampah aneh ndak dibawah rindangnya pepohonan disanaaa….taman setepak sirih sejuta pesan hheea.)

    to pak fahri:
    sampah aneh pak? yang nemu cuma makanan busuk:)

  7. Insya Allah, tetap berusaha. ayo kita mengantarkan bangsa ini ke tempat yang lebih tingga. teruslah berkarya.

    to yudios:
    mari berkarya!

  8. saya jadi terharu ukhti
    maaf juga ukhti , saya dah nyebarin buat pertemuan tanggal 22 Agustus 2008
    postingin juga ya ukhti beserta petanya
    soalnya tak liat waktunya mepet , jangan marah ya ukhti

    to mas said:
    tak ape kok:)

  9. [...] Universitas Sisingamangaraja XII itu. Nggak tau ya? Liat aja deh postingan tentang kegiatannya di blognya neng, blognya bg andi dan di blognya bg said. Hehehehe… Aku ga ikutan makanya nggak ada postingan [...]

  10. Maafkeun saya nggak bisa datang ya Neng. Salut loh ngeliat Neng mau kotor2an :D

    to adieska:
    iyaa……gapapa

  11. salut deh, tulisan yang membangkitkan semangat.

    to bang nich:
    semangat!

  12. blogger sumut juga toh?? hehehe… salam kenal ya mbak… semangat!!!!!!

    to thegands:
    yup!
    salam kenal juga:)

  13. dari medan juga yak ??

    salam kenal yak ;)

    to okta:
    yoi
    salam kenal juga

  14. semangat mbak neng…..

    to my:
    yup, makasih:)

  15. jadi semangat….lam kenal mbak neng..
    kok mbak..jawa…neng sunda…
    di gabung jadi medan ya? he2

    to aha:
    hehehe….
    gimana ya jelasinnya.
    pokoknya gitu deh:)

  16. [...] yang pernah aku ikuti, belum pernah ada cewe-nya). Nah, berhubung kemarin baru pada kenal dengan si neng yang rela berjuang, disepakatilah untuk kop-dar berikutnya memilih tempat di kediaman si neng. Mungkin dengan maksud [...]


Leave a Comment