tanggal 13 kemaren film ini diputer lagi di SCTV. well, film ini bener2 inspiring banget deh. biar udah nonton bolak-balik, tetep aja gak bosen-bosen nontonnya. neng suka ceritanya, alurnya, gambarnya, pokoknya semua-muanya deh. neng banyak nemu hal penting dari sini. misalnya saat bonaga gak bisa banget bilang cinta sama monita. nagabonar bilang gini; ‘maafkan aku kalau kau jadi tak punya kelembutan hati. kau tidak dibesarkan oleh emakmu. ini….kau dibesarkan sama aku. orang yang kasar, kaku, mantan pencopet pula. tapi yang kau harus tau, aku sudah berusaha maksimal untuk mendidikmu.’
neng jadi mikir-mikir lagi. selama ini neng juga kasar, dan banyak gak tau unggah ungguhnya. tapi neng yakin, mama sama papa neng udah berusaha maksimal mendidik neng. setelah jadi gede kaya gini nih, neng lah yang harusnya belajar untuk menemukan gimana caranya jadi perempuan yang memang seharusnya.
ahhhhh, pokoknya inspiring banget!
nagabonar ini hidup dizaman yang sudah sangat maju sekali. namun kemajuan zaman itu justru tidak bisa diterimanya. ia tidak mengerti kenapa patung jenderal sudirman harus selalu menghormat kearah jalanan tempatnya lalu lintas kendaraan beroda empat, saja! ia tidak mengerti dengan semua orang yang sepertinya tidak lagi menaruh hormat pada negeri serta sejarahnya.
sosok naga bonar, saat ini mungkin sudah sangat langka. tapi meskipun begitu gak ada salahnya kan kalo kita-kita yang generasi muda ini mulai kembali belajar menghormati ibu pertiwi tercinta. bangsa ini sudah terlalu lama mengubur dalam-dalam sifat nasionalisme serta jiwa patriotiknya. jika pun ada, itu tak lebih hanya polesan belaka.
lantas, adakah yang masih bisa kita lakukan? jawabnya ada! jadilah yang terbaik dalam menjalani setiap peran kita masing-masing. demi indonesia! sebab, yang kita lakukan saat ini bukan lagi mengangkat dan mengokang senjata. tapi justru mengisinya dengan berbuat yang terbaik untuk indonesia raya.
jika kita memang memiliki cinta itu, maka seperti yang dikatakan Padi; ‘cinta bukan hanya sekedar kata, cinta bukan hanya diam.’ tanah ini tak lagi butuh umbaran kata manis dan merayu. jika kau memang mencintai indonesia, berbuatlah! sebab tanah ini tak butuh diammu. tanah ini tak butuh kata indahmu. tanah ini cuma butuh semangat dan tindakanmu.
jika hari ini indonesi memiliki bargaining yang lemah dimata dunia, itu semata karena kita semua mengizinkannya. jadi, jika kau memang cinta, teruslah berbuat hingga darah berhenti mengalir di tubuhmu. hingga kelak kita akan menyadari, bahwa semua perbuatan kita telah merenda cinta yang menjelma kekuatan bagi bangkitnya negeri ini.
‘jelang 100 tahun kebangkitan bangsa’

saya lebih suka nagabonar yang pertama.
to mbak ira:
tapi yang kedua juga bagus kan mbak
soalnya kan dia mengupas permasalahan indonesia masa kini.
lumayan lah buat perenungan
Komentar oleh itikkecil — Mei 19, 2008 @ 2:36 am
hmmm….kebangkitan bangsa…..hmmm…..
tapi saya setuju dengan pendapat anda…
to pak dedi:
sepakat!
kita memang kudu bangkit pak….
Komentar oleh dedi — Mei 21, 2008 @ 3:12 am
nagabonar yang pertama… belum sempet lihat.
nagabonar jadi dua… sudah lihat dan jatuh cinta
comment saya soal beberapa paragraf terakhir:
“kalau cinta, tunjukkan, jangan omdo alias omong doang…”
salam kenal
to mbak lala:
salam kenal:)
sama
neng juga belum liat yang pertama
tapi diputer lagi tuh;)
Komentar oleh jeunglala — Mei 21, 2008 @ 4:07 am
aku akan selalu cinta dengan negeri ini , negeri yang kucinta
INDONESIA
makasih udah ninggalin jejak di pemilik blog , tak pernah ada kata terlambat
to mas Said:
sama! neng juga cinta negeri ini.
makasih juga udah ninggalin komen disini.
Komentar oleh realylife — Mei 22, 2008 @ 10:06 am
aku suka sama yg nonton naga bonar…. heheheheh
to bang nirwan:
what?
itu artinya suka sama neng?
hah?
is it true?
hehehhe…………….:)
akhirnya, punya penggemar juga:)
Komentar oleh nirwan — Mei 22, 2008 @ 12:31 pm