Seorang bijak pernah berkata, musuh paling utama dari setiap orang di muka bumi ini adalah diri mereka sendiri. Sebab, hanya tiap-tiap dirilah yang paling mengetahui kelemahan dan kekuatan dari masing-masing pribadi yang dihuninya.
Namun sayangnya, seringkali diri kita lebih sering menonjolkan kelemahan yang kita punyai. Meski sesungguhnya kita memiliki banyak kelebihan yang tidak bisa dibilang remeh, tapi satu kata ‘tidak bisa’ saja mulai kita ucapkan dalam otak dan pikiran kita, maka diri pasti akan maju mundur dalam melakukan sesuatu yang hebat.
Neng punya contoh nyata untuk hal yang satu ini. Banyak sekali kesempatan yang pernah hadir dalam hidup neng, semuanya tak lepas dari bayang-bayang ketakutan yang muncul disetiap akan memulainya.
Saat akan turun ke jalanan dan bertemu para pengamen, neng maju mundur sampai hitungan bulan. Tiap hari yang berlalu dihabiskan dengan pikiran, aku bisa diterima gak ya diantara mereka?
Saat akan melamar kerja di radio, neng juga banyak mikirnya. Saking lamanya, neng itu masukin lamaran tepat dihari terakhir lamaran harus masuk. Semua karena pikiran neng yang selalu memberikan tawaran-tawaran negatif tentang hal yang akan neng alami nantinya.
Dan kemarin, neng yang baru saja berhenti dari pekerjaan neng sebelumnya dan pindah ke medan, otomatis jadi out of job lagi kan. Ditengah-tengah keadaan seperti itu, neng punya kesempatan untuk interview disalah satu perusahaan efek di medan. Tapi lagi-lagi neng mikir…………..berulang-ulang. Ikut gak ya, ikut gak ya?
Tapi akhir dari semuanya adalah well done! Meski molor sampe berbulan-bulan, neng akhirnya masuk dalam lingkaran kehidupan pengamen yang ada dijalan proklamasi.
Meski nunggu sampe hari terakhir masukin lamaran, neng akhirnya diterima juga disana.
Dan setelah mikir berkali-kali tentang kesempatan interview kemarin plus status neng sebagai pengangguran (yang sangat-sangat gak enak sekali) neng akhirnya maju juga.
Dan yang alhamdulillah banget nih ya, neng lulus pada interview tahap awal. Mulai minggu depan mulai training dan setelah itu akan ada interview tahap duanya. Dan yang paling penting, orang yang menginterview neng sangat-sangat respect.
Dari situ neng mulai ambil hikmah, bahwa segala hal ketika dilakukan dengan sungguh-sungguh pasti akan menghasilkan hal yang baik juga. Wajar saja memang jika sebagai manusia kita akan atau pernah merasa takut. Tapi tetap saja, jangan sampai membiarkan ketakutan itu mengikis habis semangat juang kita dalam menghasilkan yang terbaik untuk diri sendiri minimal.
Memang benar, Cuma diri kita lah sebenarnya yang patut kita takuti dalam urusan menjegal tercapainya impian-impian besar kita. Bukan orang lain, dan bukan lingkungan kita. Jika ada orang lain yang mencemooh, atau lingkungan yang gak respect pada kita, masih bisa diatasi jika self talk dalam diri kita selalu positif dan berpikir optimis.
Namun sebaliknya, meski orang lain dan lingkungan mensupport kita untuk melakukan yang terbaik, tapi diri sendiri malah berulang-ulang kali menegaskan ketidakmampuan kita lewat self talk yang negatif, maka tetap aja, kita hanya akan menjadi pecundang yang Cuma mampu memandangi kesuksesan orang lain dari kejauhan.
Refleksi ini neng yakin masihlah terlalu kerdil untuk dikatakan sebagai refleksi sebuah jiwa. Tapi bukankah hal besar berawal dari hal-hal kecil? Lagipula, neng juga adalah seorang yang masih terus belajar. Kali ini neng mencoba belajar, bahwa pribadi kita menyimpan dua kekuatan yang harus selalu diperhatikan.
Yang pertama adalah kekuatan konstruktif, yaitu kekuatan positif dalam diri kita yang akan membantu kita untuk melakukan hal-hal terbaik dalam hidup.
Dan yang kedua adalah kekuatan destruktif, kekuatan yang biasanya selalu saja paling senang untuk muncul ke permukaan dan menakut-nakuti diri akan ketidakmampuan kita. Apapun situasinya, kedua kekuatan ini akan selalu ada dan tidak mungkin dihapuskan salah satunya.
Yang mungkin dilakukan adalah dengan selalu berdamai dengan kelemahan dan kekuatan diri, serta selalu menumbuhkan sikap yang positif untuk menghadapi apapun kesempatan yang dihadirkan oleh kehidupan di depan mata kita.
Be positif!