Catatan Seorang Perempuan Bebas

Agustus 25, 2007

4 musim dalam pernikahan

Diarsipkan di bawah: 4 musim, musim dingin, musim gugur, musim panas, musim semi, pernikahan, rumah tangga — mataharicinta @ 3:30 am

Semalam, neng siap les bahasa inggris kan jam 18.00. Karena inget jam 19.00 ada talk show dari radio Smart FM (lagi2 promosi lagi), neng yang paling duluan ngacir diantara temen-temen. Apalagi semalam hujan, jadi neng gak mau kejebak basah-basahan di jalan lagi. hehehe.

Abis magriban, neng langsung tuning ke radio pro news yang jadi sindikasi nya Smart FM untuk acara-acara tertentu. and here we go…..

Malam itu jadwalnya talk show tentang keluarga. Pengisinya Bapak Bambang Sumanjaya dan Ibu Hani Sumanjaya. Langsung ke topik aja ya. Kebetulan malam itu topiknya menarik banget buat neng ‘yang belum nikah’ ini :)

Belio bilang, dalam pernikahan itu ada 4 musim yang akan silih berganti setiap periodenya. Sama juga seperti musim yang menghampiri bumi, yaitu musim semi, musim dingin, musim panas, dan musim gugur. Tapi sebelum neng certain 4 musimnya lebih lanjut, neng pengin terjemahin makna pernikahan menurut konsultan keluarga itu dulu.

So, yang namanya Pernikahan pada intinya adalah sebuah proses pembelajaran terus menerus yang harus dilakukan oleh kedua belah pihak, yaitu suami dan istri. Karena motivasi awal dari sebuah pernikahan adalah karena kebutuhan antara pria dan perempuan itu sendiri untuk saling melengkapi satu sama lain.

Tapi, kenapa sih, kita harus menikah dengan lawan jenis?

Bukankah setiap yang berlawanan itu pasti mempunyai sifat yang berbeda?

Kenapa tidak menikah dengan yang sejenis saja, sehingga kita gak perlu repot-repot beradaptasi lagi?

Jika diibaratkan dengan perumpamaan, maka perempuan itu ibaratnya kupu-kupu. Ia memiliki bentuk yang indah. Juga perduli dengan hal-hal yang kecil, seperti angin yang berhembus lembut, misalnya. Sayapnya yang tipis itulah yang kemudian sering dilambangkan dengan kelembutan perempuan. Dan jika ada yang mendekatinya, maka ia otomatis juga akan menghindar. Kenapa? Sama dengan perempuan, jika ada sesuatu hal yang disembunyikan suaminya, cepat atau lambat, istri pasti akan tau. Itu dia yang dinamakan dengan intuisi. Percaya kan, kalo intuisi perempuan itu lebih peka dari punyanya pria.

Sedangkan pria, sering diibaratkan dengan seekor kerbau. Dia bisa membajak sawah seharian dengan keras. Tapi ketika ada angin yang berhembus semilir, dia gak bisa merasakannya secara khusus. Kekuatan dan ketegarannya memang luar biasa. Namun pria kurang memiliki kelembutan

Disinilah makna dari pernikahan itu. kedua makhluk yang berlainan jenis itu akan saling melengkapi satu sama lainnya. Terlepas dari cita-cita luhur anak manusia untuk menghasilkan keturunan yang lebih baik lagi, namun hal terpenting adalah bagaimana pasangan itu mampu melengkapi kekurangan satu dengan yang lainnya.

Sekarang 4 musim yang juga akan sering berada dalam periode pernikahan para pasangan yang sudah menikah adalah:

@ musim dingin

kalo dibahasakan, musim ini adalah musim yang paling berat. Pada musim ini adalah sesuatu yang sangat biasa jika terjadi kebekuan. Atmosfir yang dingin biasa menyelimuti para pasangan yang berada pada musim ini. dan biasanya, pasangan akan berada pada kondisi yang terpisah. Bisa jadi pisah rumah, kamar, ataupun ranjang.

Pada musim ini, gak ada lagi yang namanya komunikasi. Yang ada hanyalah rasa terluka, marah, kecewa, dan putus asa. Hal ini disebabkan karena pasangan yang malah cenderung selalu melemahkan. Intinya, pada musim ini, hubungan menjadi dingin dan beku.
pastinya kita semua setuju kan, ato pernah liat minimal, keadaan orang-orang pada saat

musim dingin adalah, mereka akan tutup semua tubuh mereka. gak cukup hanya selapis, bahkan sampai berlapis-lapis bahkan. kaya gini juga dengan rumah tangga. pernikahan yang ada dimusim semi, juga akan sangat tertutup.

Dan solusi yang mesti dilakukan pada musim ini, Cuma dan hanya satu: yaitu never give up!

@ Musim panas

 Musim panas adalah masa yang sangat ditunggu-tunggu a.ka menyenangkan. Pada musim ini rumah tangga telah mencapai keadaan sukses dalam pernikahan. Sukses disini bukan semata-mata bersifat materi, tapi rasa puas akan komitmen yang membuat pasangan mampu bertahan.
Kualitas hubungan pada musim ini adalah sangat baik. Output yang ditimbulkanya adalah memahami, mengenali, dan merespon dengan baik serta  hadirnya rasa saling percaya pada pasangan. Pilar komunikasi yang dibangun diantara pasangan sangat kokoh. Kebersamaan juga kuat, karena tidak ada hal yang ditutupi. Bisa dikatakan, Musim ini adalah musim impian dari para pasangan.


kalo diiingat-ingat, keadaan dimusim ini persis banget dengan musim panas yang dialami para bule-bule diluar sana. kalo kejauhan, mikir ke bali aja deh. coba liat, gak ada kan bule-bule yang jemuran dengan pake kebaya ato gaun? semuanya pasti dibuka. karena mereka memang tengah bersenang-senang. dan kalo dianalogikan, pernikahan yang ada pada fase musim panas adalah pernikahan yang memang sangat terbuka satu sama lain. gak ada yang ditutup-tutupi.
Adapun tindakan yang menjadi kebiasaan pada saat-saat seperti ini adalah komunikasi yang tetap terjalin dengan baik, serta kesediaan untuk menerima perbedaan.

meski musim panas adalah musim impian, namun tetap saja diperlukan beberapa tips untuk menjaga agar kebersamaan itu tidak pudar. Adapun caranya adalah sebagai berikut:

  1. menjaga kebersamaan dan waktu-waktu kebersamaan yang berkualitas. Meski tidak semuanya, namun banyak faktor yang melatari perceraian saat ini adalah karena hilangnya saat-saat kebersamaan yang berkualitas dengan pasangan masing-masing. jikapun sedang bersama, yang ada hanyalah pembelaan terhadap kondisi masing-masing. maka disaat-saat musim panas ini, kebersamaan ini haruslah tetap dijaga, agar musim panas yang indah tidak berubah menjadi musim dingin yang beku.
  2. bagaimanapun, komunikasi yang baik tetap harus dijaga. Segala sesuatu yang dialami mesti dibicarakan dengan pasangan kita. tidak ada yang boleh menanggung sendiri masalah yang tengah dihadapi. Ketika pasangan memiliki rasa saling memiliki terhadap apapun yang tengah terjadi, maka seburuk apapun masalahnya, tetap akan mudah diselesaikan.
  3. jika pada awal-awal pernikahan, pasangan hanya saling mengenal, maka pada masa ini, pasangan akan mulai mendalami karakter masing-masing pasangan. Jangan sekali-kali mengacuhkan tipe-tipe kepribadian antar perempuan dan pria yang memang sangat-sangat berbeda. Dan yang paling penting juga, perbedaan psikis antara pria dan perempuan.

@ Musim gugur

 Musim gugur adalah musim yang membingungkan sebenarnya. Awal-awalnya memang masih merasa nyaman. Sama seperti ketika kita menatap pergantian musim alam dari musim semi ke musim gugur. Saat mengamati daun-daun yang berubah warna darihijau menjadi kuning, kemudian menjadi coklat, hingga akhirnya luruh ke bumi adalah suatu pemandangan yang indah. Semuanya seolah-olah lancar. Padahal sebenarnya tidak.


Pasangan yang udah masuk pada awal-awal musim gugur, biasanya gak akan menyadari bahwa mereka telah masuk dalam musim yang membingungkan itu. Biasanya ciri-cirinya adalah, tidak mau menyelesaikan konflik yang akan dibarengi dengan perasaan, bahwa semestinya dia bisa mengerti saya. Jika satu sama lain mulai tidak terbuka dengan perasaan masing-masing, maka sesungguhnya awal musim gugur telah dimulai.


Ciri-ciri yang kedua, adalah hal yang paling klise. Karena kesibukan yang mulai tingggi, komunikasi pun mulai berkurang.


Dan ciri-ciri yang ketiga, adalah rasa saling percaya yang mulai semakin sering dipertanyakan.


Faktor emosi yang akan sering muncul pada saat ini adalah ketakutan, sedih, marah, benci, perasaan tidak dihargai serta Merasa disalahkan. Terlebih dengan kata2 “pokoknya” yang biasanya akan berkembang pada arah saling egois.


Butuh usaha 2 orang untuk memindahkan pernikahan yang berada di musim gugur ke musim semi. Tapi hanya butuh 1 orang untuk menghancurkannya. Dibutuhkan Komitmen kedua belah pihak untuk mengatasi ketidakpastian dalam pernikahan tersebut. dan yang pasti, butuh kerja keras untuk lebih legowo lagi terhadap pasangan masing-masing.

Tips buat pernikahan yang udah terlanjur ada di musim ini:

  1. jaga komunikasi, ini kudu. Intinya memang komunikasi yang sehat.
  2. saling percaya, bagaimanapun kita harus lebih mempercayai pasangan kita sendiri. dengan begini, kita bisa mereduksi peranan orang luar yang mungkin saja gak suka dengan keharmonisan rumah tangga kita.
  3. jika pernikahan terasa sudah kering, segera cari pertolongan (orang tua) untuk meminta pandangan. Karena pada situasi ini, biasanya sulit untuk lebih bersikap netral. Sehingga diperlukan orang luar yang dipercaya untuk membantu sebagai penengah.
  4. sama-sama evaluasi kualitas hubungan. Apapun yang telah terjadi, akan lebih baik jika dievaluasi bersama-sama. Sama-sama introspeksi diri, dan sama-sama mencari hikmah yang tersembunyi dari tiap kejadian. 

@ musim semi

Musim ini adalah musim dimana semuanya mulai bersemi. Coba lihat keluar rumah anda saat musim semi atau musim bunga mulai hadir. Bunga-bunga mulai bermekaran. Begitupun dalam pernikahan. Ada cinta  yang mulai tumbuh. Pada musim ini, Masalah sebesar apapun masih bisa ditangani. Komunikasi masih lancar. Dan segala sesuatu masih dapat dibicarakan.

 Pada proses ini, sebagaimana layaknya pengantin baru, disinilah proses saling mengenal itu dilakukan.

 
Yang terpenting adalah; segera sadari dan identifikasi tengah berada di musim apa pernikahan panjenengan sekalian yang kebetulan sudah menikah saat ini. 3 hal yang harus ekstra dijaga dalam hal pernikahan itu;

  1. komunikasi. Sebab tanpanya, tidak akan ada hubungan yang sehat jika gak ada yang mau saling berkomunikasi di dalamnya.
  2. cinta. Karena kalo bukan karena cinta, apa yang membuat kita bisa bertahan dalam pernikahan itu?
  3. keuangan. Meski terdengar materialistik, tapi aspek keuangan tetep perlu di waspadai. Supaya sewaktu-waktu gak terjadi yang namanya kebablasan.

 

neng cuma bisa teori dulu sekarang. soalnya kalo sharing pengalaman, neng belum punya:)  mungkin mas-mas, ato mbak-mbak, or bapak-bapak terhormat yang udah merit lebih punya pengalaman yang lebih riil:)

 

 

 

 

8 Komentar »

  1. Neng ika dah rencana mo nikah kali ye
    hiiihiih… btw makasih tipsnya yo bisa buat pembelajaran buat bakal calon bapak ^_^

    Komentar oleh almas — Agustus 25, 2007 @ 1:52 pm

  2. coba tebak neng, kalo nikah di 4 musim itu jadinya apa?

    Komentar oleh mondi — Agustus 27, 2007 @ 2:48 am

  3. neng, karena pemanasan global musim jadi kacau balau. Apa juga begitu dengan perkawinan?

    Komentar oleh Kang Adhi — Agustus 27, 2007 @ 8:52 am

  4. Wah bagus tips and info-nya nih. Sayang saya juga belum tahu apa-apa, jadi ga bisa nambahin info-nya.

    Btw, kok analoginya antara kerbau dan kupu-kupu, sih? Ga seimbang dong? Hehehe… :D

    Komentar oleh mathematicse — Agustus 27, 2007 @ 9:13 pm

  5. Walah,…
    Perkawinanku musim dingin terus…..
    Kayak dikutub utara….

    (Brrrrr…..dingiiiiin….)

    Komentar oleh mbelgedez — Agustus 28, 2007 @ 1:39 am

  6. @kang almas
    hehehe, kayanya belum lah. masih mau ngerjain skripsi dulu, baru karir dulu, bari kalo ketemu, yahhh, gitu deh:)

    @mondi
    lha, itu namanya poligami bukan?
    abis ditiap musim nikah siy:)

    @kang adhi
    hehehe, ngaruh juga tuh kang. kalo dalam musim bumi, dipengaruhi global warming.
    dalam rumah tangga, pemanasannya bisa disebabkan gara2 keuangan yang mulai memanas kali ya:)
    hehhe, neng gak tau…….
    kan belum nikah:P

    @mathematicse
    maksudna belum nikah tho mas?
    hihihi, analoginya ya?
    cuma dapetnya yang gitu. abis mau dianalogikain sama apa ya?

    @mbelgedez
    wah, kudu siaga 1, 2, 3 tuh mas….:)

    Komentar oleh mataharicinta — Agustus 28, 2007 @ 3:58 am

  7. Nice site… Main ke site saya ya

    Komentar oleh Nurul — Februari 15, 2008 @ 2:16 pm

  8. tusannya bagus bisa buat pembelajaran yg sudah nikah kayak aku juga
    buat nambah pengetahuan juga lho

    Komentar oleh WIDI — Mei 14, 2008 @ 12:04 pm


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.