Aku gak rindu Spiderman yang banyak hutangnya..he. .he
atau Superman yang kayak orang bloon pakai CD di luar celana he..he..
aku juga gak rindu Batman yang juga ikutan bloon kayak Superman…pakai CD
di luar…he..he
aku juga gak rindu Robin yang lebih bloon lagi sebab kok mau-maunya berteman
sama batman dan superman yang juga bloon
Aku juga gak merindukan Gatotkaca pahlawan Alengka
Aku juga gak merindukan DragonBall pahlawan komik Jepang,
Sebab semua itu gak nyata…
Aku merindukan pahlawan yang sudah membebaskan kita dari belenggu
penjajahan..
Yang menyebabkan kita bisa minum kopi excelso..
Yang menyebabkan kita bisa bekerja dengan nyaman..
Yang menyebabkan kita bisa nonton sinetron yang tiap hari siaran
Sebenarnya aku malu menuliskan ini,bagaimana tidak, jika ingatku kepadamu hanyalah di bulan ini hati merintih perih air mata mengambang jernih..
Sesak dada membendung tumpahan air mata darah dan kemarahan..
Ketika aku melihat kenyataan yang ada,KH Mas Mansyur, tokoh besar Muhammadyah,
tokoh pergerakan Indonesia,salah satu yang mengantarkan kita untuk menikmati kemerdekaan ini,Kuburan tak terawat,berdempet dengan tembok,tak beda dengan rumah2 penduduk yang hidup,separo dari kuburmu pun kena gusur…
Dasar sifat penjajah!!!
Nama saja tak ada di nisanmu..
Meski turun temurun penjaganya tak ada yang ingin melupakanmu. .
Beginikah sikap Bangsa Indonesia pada pahlawannya ???!!!!!!!!
Masih mending ketika ke kuburmu wahai WR Supratman…
masih mending..
Bapak pencipta lagu Indonesia Raya,tapi ketika kubaca sekilas kisahmu..
tak terasa air mataku meleleh,mengalir menembus bajuku yang sudah kusam..
Terlalu cengeng aku untuk masalah ini…hidupmu terlalu pemurah,tak ada yang untuk diri sendiri,semuanya demi perjuangan negri ini
WR Supratman (1903-1938)
Lahir Senin Wage, 9 Maret 1903 di Jatinegara Jakarta, Islam tidak berpartai 1914 diasuh oleh kakak iparnya WM Van Eldik (Sastromihardjo) di makasaar, ia belajar memetik gitar dan menggesek biola.
1919 Masuk sekolah guru di Makasar, mendirikan jazz band “Black and white”
di bina WM Van Eldik sampai 1924
1924 Ke Surabaya, ke Bandung, jadi wartawan surat kabar “Kaum Muda”
1926 Sebagai wartawan surat kabar “Sin Po”, rajin rapat pergerakan nasional
di gedung pertemuan Jl. Kenari Jakarta. Dia mulai mencipta lagu Indonesia
raya. Selesai tahun 1928.
Semula Refrein lagu ditulis Indones’ Indones’ Merdeka, merdeka. Sejak itu ia
dikejar-kejar oleh Polisi Hindia Belanda.
28 Oktober 1928, Sumpah Pemuda, diputuskan mengakui lagu Indonesia Raya
sebagai lagu kebangsaan meski refrain Indonesia Merdeka tetap dilarang
sampai tahun 1944.
1930-1937 Berpindah-pindah dalam keadaan sakit hingga di bawa ke Surabaya
7 Agustus 1938 di tahan dan dipenjara di Kalisosok, sebab keaktifannya di
dalam pergerakan.
17 Agustus 1938 Meninggal dunia di Jl Mangga Surabaya
WR Supratman wafat di usia 35 tahun tanpa meninggalkan isteri maupun anak
sebab beliau tidak sempat menikah.
Pesan terakhir WR. Supratman:
“Nasibku sudah begini. Inilah yang disukai oleh pemerintah Hindia Belanda.
Biarlah saya meninggal, saya ikhlas. Saya toch sudah beramal, berjuang
dengan caraku, dengan biolaku. Saya yakin Indonesia pasti merdeka”
Ketika aku melihat kuburmu wahai Soetomo,aku masih mengangguk senang..
terawat indah…hanya tubuhku sempat hebat bergetar ketika aku membaca pesanmu yang berujar..
Pesan DR Soetomo (30 Juli 1888-30 Mei 1938) :
Senantiasa berjuang kemuka jurusan kira, dengan tiada memperdulikan
sendirian dan cela bahkan tiada menyesali kehilangan dan keluarganya yang
harus menderita dari barang-barang yang menyenangkan hidup kita sendiri”
(11 Juli 1925)
Akhir kehidupan rumah tangga yang berantakan {?)
dan semua itu kau lakukan demi perjuangan.. .
Pesan terakhir beliau,
“Saudaraku,Pesanku kepadamu, dan saudara seperjuangan semua yang
kutinggalkan, bekerjalah terus untuk pergerakan kita, ketauilah olehmu bahwa
pergerakan kita masih harus berkembang, harus bersemi dan harus selalu maju.
Oleh karena itu sampaikan pesanku kepada saudara-saudaraku semuanya yang
tidak dapat mengunjungi kemari. Bersama-sama giat bekerja guna kemajuan
pergerakan dan perjuangan kita sehingga tercapai kemerdekaan dan kemulyaan
bangsa kita”
Hatiku kembali marah berdarah,ketika kulihat di atas makam Bung Tomo ada yang berulah,
seorang pemuda berandalan sedang asyik tidur berasalkan karton kardus bekas aqua,
dengan telanjang dada dan tubuh penuh tanahbegitu enaknya tidur beralaskan kubur sang pahlawan..
Seorang teman yang kuajak menangis deras,ia inget benar karena ia adalah sahabat dari anak almarhum sang pahlawan,ia ingat benar sebab ia pernah bertemu dengan sang pahlawan.
Kemanakah anak-anaknya yang kaya?!!
Kubur yang hanya kecil tak ada yang merawatnya ?!?!?
Kemanakah mereka yang menjabat di kursi negara ?!?!?
Kubur pahlawan surabaya yang berani melawan senjatasekutu yang lengkap dan berbahaya… tak ada yang sedikit melihat dan peduli rasa ….
BEGINIKAH SIKAPMU WAHAI INDONESIA ?!?!?!
Penghargaan pada sang Pahlawan pembela bangsa..?!?!
Hatiku perih merintih sedih..ketika seorang kakek tua bercerita dulu bekas tentara..
yang sibuk melawan penjajah belanda sampai tak sempat melihat istri dan ngurus rumah tangga tak dapat pensiun sebab surat hilang entah kemana? rumah anyaman bambu yang sudah rontok lapuk tua..tak ada yang memperhatikannya tak ada yang memperhatikannya
Kemanakah nurani-nurani mereka yang menamakan dirinya manusia ??
hiks…
Diriku merana…meronta. ..tapi tak kuasa
Air mata bersimbah darah,dalam amarah dan pemberontakan jiwa .
Aku memang berharap nonton pahlawan wanita bertopeng,
bukan pahlawan bertopeng kesukaan Sinchan komik jepang yang bopeng
Cat woman si Halley Barry (eh tulisannya gini ya?) yang keren tapi kerempeng sampai hampir ketabrak tukang rombeng…(ha. .ha..ha)
Tapi kegembiraanku melihat Cat woman tak akan menghapus kepedihan hatiku Ketika seorang Profesor yang banyak dianut orang berkata membuatku malu ….
Dia juga tokoh agama dan masyarakan tlah mengucap sesuatu yang sangat tabu
“Burung Garuda simbol negeri ini adalah mencontoh simbol negri Amerika Elang yang kuru”
Dasar Profesor yang bukan tukang becak, tahu tapi menyesatkan rakyat !
Sudah lupakah engkau juragan Profesor, kalau gambar Garuda ada di Candi Kidal Malang Jatim berdiri kuat ?!!!
Sudah lupakah engkau yang terhormat tuan Profesor, gambar Garuda di Gerbang makam Raden Santri Lamongan yang tak berkarat?!!!
Sudah lupakah engkau yang mulia majikan Profesor bahwa tahun2 adanya simbol Garuda di Indonesia jauh lebih tua dari elang nyekukruk si Amerika …?!!!
Sedih hati ini melihat peninggalan pahlawan bangsa tidak dirawat….malah mau dirusak berat !!
Sejarah sudah banyak yang tak tahu..
Sebab banyak yang sibuk berlomba dan beradu
Demi kantong tebal dan uang saku..
Aku tertunduk ragu..
Sudah sebegini parahkan bangsaku ???!!
Ketika sang Merah putih berkibar,
Di tengah cahaya matahari yang bersinar
Aku mencoba mencari kabar
6000 tahun sang Merah Putih karangan Muhammad Yamin yang dulu tenar Kemanakah sekarang gerangan engkau yang semakin pudar ??
Pasar loak kwitang jakarta kususuri penjual buku tapi tak ada yang tahu Pasar loak Blauran dan jalan Semarang surabaya kutanyai satu demi satu tak kutemui engkau “6000 tahun sang Merah Putih” wahai buku Lalu mesti kemanakah aku mengadu Jika sejarah ibuku Pertiwi semakin tak menentu .
Baca sejarah para pahlawan …
Sukarno, Bung Hatta, KH Mas Mansur, Wr Supratman, KH Hasyim Asyari dan masih banyak lagi orang-orang hebat !
Tetapi bagaimana kita melihat ? jika kita sekarang bingung dengan beban ekonomi yang semakin hari semakin berat ?!
sampai kini negeri indah ini…yang katanya bertatahkan mutiara, bertabur bintang-bintang menjadi tertutup awan yang pekat !
Aku hanya berharap dan berujar
Semoga bangsa ini satu waktu akan juga kembali bersinar
Di dunia ini menjadi satu-satunya mercusuar
kiblat negara-negara lain untuk segala hal yang benar
Siapa yang tak senang jadi pahlawan ?
Pahala-wan …. orang yang memiliki pahala..?
kalau habis nonton film silat…wah. .keluar dari bioskop serasa jadi
pahlawan silatnya..
mmm….
kalau habis nonton film action..wah serasa kitalah yang jadi pahlawannya. ..
serasa jadi detektif dan jago tembak saja..he..he. .
masih lumayan merasa pahlawan…
dari pada bertindak seperti pahlawan tapi malah menyengsarakan
perbedaan keyakinan harus berhadapan dengan palu, parang dan pedang..
pulang-pulang merasa sebagai pahlawan pejuang Tuhan..
ketidak senangan bergeser tujuan harus dilawan
demi perjuangan membebaskan banyak orang dari kesengsaraan
kedok-kedok agama tambah bermunculan. .
demi gemerincingnya uang kepingan
masyarakat kehilangan pegangan mencari figur sang pahlawan ….
eh…hanya dapat manusia berjiwa hewan
ooooooooooooooooooo oo…..
merah darah putihnya lautan…!!!
kemana gerangan keberanian yang tulus ?!!
oooohhhhhh.. .
burung garuda yang noleh ke kanan..!!!
pada kemana jiwa pahlawan yang bukan kesiangan !!
hiks..hiks.. .
Rindu aku padamu pahlawan…. …
………… ……… ….
“seorang pahlawan sejati tidak akan pernah tahu bahwa dirinya adalah
pahlawan”
(ditengah kerinduan hati pada sosok pahlawan, nemu ini dimulis hanya wanita.com)