Prestasi dan emosi, adakah kaitannya?
Ada pepatah, your hand will not reach what your heart not desire.
Tanganmu tidak akan mencapai apa yang tidak diinginkan oleh hatimu.
Bila tangan kamu tidak mencapai apa yang kamu inginkan, mungkin hati kamu sebenarnya tidak menginginkannya. Jadi semuanya dipengaruhi dengan keinginan hati kita.
Sebuah kisah terjadi dipegunungan himalaya. Di Suatu malam yang dingin dan turun salju yang lebat (bilang salju yang banyak, pake lebat gak ya?), tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintu rumah seorang tua yang baru beranjak tidur bersama keluarganya. Dalam hatinya bertanya-tanya. Siapa yang berkeliaran di malam sedingin ini? namun ketika ketukan itu kembali berulang, akhirnya ia pun bergegas membukakan pintu. Dan nampaknya seorang anak muda tengah berdiri kedinginan di depan pintu rumahnya.
Dengan keheranan yang sangat ia kembali bertanya; “kenapa nekat mendaki?”
Namun sang anak muda menjawab dengan wajah yang keras; “saya tau resikonya mendaki dalam kondisi seperti ini. tapi hati saya telah sampai di puncak gunung itu. sehingga saya tidak mungkin lagi berhenti.”
Adakah kita telah berlaku demikian? Maju untukmeraih apapun yang telah kita cita-citakan meski banyak aral menghadang? Yang jelas, kisah ini udah buat aku mikir lagi. bahwa jika kita memang sudah mencita-citakannya, gak ada alasan gak bisa kalo bukan karena kemalasan diri sendiri (jadi inget sama papan cita-cita yang selama ini aku gantung di kamar kost-kostan)
Jojohart pernah bilang; “berpikirlah besar dan letakkan target yang ingin dicapai dengan pikiran yang gembira.”
Jadi kalo kamu punya cita, nih dia rambunya:
1. tetapkan cita-cita kamu setinggi mungkin.
2. bayangkan jika itu tercapai dan bagaimana tanggapan orang atas keberhasilan yang udah kamu raih. Bayangkan momen itu sedetail mungkin yang kamu bisa.
3. bayangkan perasaan kamu sendiri jika bisa mencapai mimpi-mimpi kamu.
4. dan jangan lupa, balut cita-cita kamu dengan emosi yang menyenangkan. Sehingga gak kan ada alasan bahwa cita-cita kamu terlalu sulit atau terlalu banyak orang yang tidak menginginkan kamu sukes.
Remember, prestasi kamu dan aku, akan sangat ditentukan oleh emosi kita sendiri. Jadi mari mencerdaskan emosi sedari dini, halah!

Pertama mampir!
Tak ada yang sekuat emosi untuk melakukan sesuatu. Emosi itu emang seperti bensin bagi mobil (kendaraan untuk meraih cita-cita).
Contoh orang sukses yang pakai emosi: Steve Jobs (Apple Inc.) yang merasa bahwa perusahaannya adalah anak kandungnya. Makanya dia tak akan pernah menjualnya kepada siapa pun.
Saking cintanya, meski pernah didera penyakit kanker pankreas akut (dan akhirnya sembuh), dia tetap mau hidup demi visionarinya. Termasuk iPod.
Apakah dia sembuh gara-gara keinginan hidup yang kuat? Ya, emosi merupakan energi tak terhingga besarnya.
Betul, perlu belajar mengendalikan emosi. Salam kenal.
Ah, saya jadi emosi baca posting-an ini
prestasi kamu dan aku, akan sangat ditentukan oleh emosi kita sendiri. Jadi mari mencerdaskan emosi sedari dini, halah!
—————————————
Lha ini yang susah… mbak ayu.. ada tip mencerdaskan emosi tidak..
itu no 2.
kalo motivasinya berdasarkan tanggapan orang, jadi gak berpahala dong???????
iya, kakek saya dulu sering mengatakan. “kalau kita yakin akan apa yang kita inginkan, maka keinginan itu niscaya akan tercapai”
hihihi
itu teh Once vokalisnya Dewa bukan ?
Cita-citamu sudah kesampaian belon, neng….
Walah………
Dimoderasi segala tokh……………
Gunakan kekuatan ALAM BAWAH SADAR …..
@munggur
salam kenal juga kang munggur. bener sekali, kalo kita harus mencerdaskan emosi. karena jika tanpa kecerdasan emosi kita sama aja kaya manusia robot. btw, makasih udah main ke rumah sayah ya:)
@rendra
(ah, saya jadi emosi baca postingan ini)
hehehe, tapi bukan kalap kan mas?
@rivafauziah
memang susah-susah gampang ya pak berdamai dengan emosi. kalo saya pribadi sih triknya gini; coba posisikan diri kita sama seperti orang lain yang akan selalu kita ajak bicara. kalo udah kaya gitu, apa kita masih bisa menyakiti orang lain? karena pada dasarnya kita menyakiti diri sendiri bukan?
oh ya,tentang kecerdasan emosi ini bapak juga bisa tuh pantengin radio smart FM. ada banyak pelajaran kehidupan pak disana.
@pendekar from uii
waduh mas, kalo jantan mosok mesti pake URL aku sih?
@putradi
sepakat mas. kalo pak antoni dio martin bilangnya gini;
“IQ membuat kita diterima, tapi EQ yang membuat kita dipromosikan.”
@mbelgedez
hehe, sorry atuh kang kalo masih dimoderasi.
cita-cita? sebagian sudah dan sebagian belum. semoga emosi saya masih akur untuk diajak lari cepat untuk achieve apa yang saya mimpikan.
ngomong2 cita-cita si akang kumaha eta?
sudah kesampean belon kang?
salam kenal kang. makasih udah main ke rumah sayah:)
@bekerja dengan cinta
yap! bener sekali.
karena repetitive power yang akan membangkitkan kekuatan bawah sadar itu amat sangat dahsyat sekali!
ini syudah pake url lain.
untuk ngomentari komentar perlu diatur tuh…. mind shitnya eh..eh…salah… mindsetnya
karena saya sudah niat untuk kasih komen
akhirnya tangan saya mengikuti kata hati
mampir sebentar dan tersenyum,
dapat link dari blog temen, dan sampai kesini.
Iyah! Smangat! *haiyah!*
euh… yah… taruh cita2 setingginyah… melangkahlah dengan setiap langkah yang terbaik gituh…
tip mencerdaskan emosi :
klo aku pikir cuma satu tips deh, yah dicobain aja deh….
*klo bangun tidur usahakan langsung senyum atau tertawa kecil dijamin sepanjang hari kita bisa ngendaliin emosi*
tapi klo masih emosi juga bararti anda belum tulus senyumnya bisa diulang dihari berikutnya…!!!hiks hiks hiks
Saya sangat setuju dengan tulisan ini, dan kalau saya boleh menambahkan. untuk mewujudkan mimpi besar, perlu usaha yang besar, usaha besar tentunya dengan semangat yang besar pula. dan yang terpenting juga agar semangat itu selalu ada dan tumbuh semakin besar, maka kita perlu ”berpikir selaras” berpikir selaras adalah, apa yang kita lakukan setiap saat merupakan demi mewujudkan mimpi kita tersebut. katanya…. karena tidak sedikit orang yang mempunyai keinginan besar, tapi ketika impian dan kesemapatan itu mulai diraih maka datang masalah baru (resiko) yang harus dihadapi. dan tidak sedikit juga orang stress, prustasi karenanya. maka.. apabila kita sudah mendapati hal seperti ini, jawabannya adalah berpikir selaras. pikir keinginan terbesar kita ” apa yang benar benar ingin kita lakukan” (itulah mimpi kita). ok itu aja dulu, dan mohon maaf klo comment saya susah dimengerti, maklum masih banyak belajar….
yang penting percaya diri ajah….:)
istilahnya Yakin kalo Usaha kita bakal Sampai.
apa semua hal harus ditanggapi sedemikian serius ? cepet tua dong, nanti .. gue dah ubanan nih, kalau dibikin semua jadi seriosa, bisa gaswat … hahahaha
@pendekar from uii
tetep aja url nya gak jelas atuh kang
@Caplang
hatur nuhun kang. semoga gak bosen mampir kesini.
@uvwxyz
semoga selalu bisa tersenyum esok dan esok lagi
@takodok
mbak desti, aku dah balik di padang lagi nih. ternyata padang kita gak berubah ya, halah:)
@si kabayan
bener 100 %. semua yang kita impikan mesti juga ditaruh di kening kita. supaya tiap kita melangkah bisa kita liat terus dan gak ilang dari pandangan mata.
@sinichi
yoi kak. aku juga dulu sering gitu. bangun tidur langsung cari kaca n senyum lebar-lebar. biar bisa lapang ngadepin hari dengan kondisi apapun.
@bindrang
long life education. semua kita juga sedang belajar, mas.
@arul
pastinya! kalo gak pede, wah…bisa-bisa hal paling hebat dalam diri kita juga gak ada artinya.
@sagung
waktu masih semester 1 dulu, aku inget banget senior aku sering banget ngomongin yakin usaha sampai ini sama aku.
@papabonbon
gak segitunya juga donk mas. hidup kan ada kalanya disikapi dengan santai, namun ada kalanya mesti serius. mesti serius kalo memang kita udah menginginkan sesuatu.
tapi pada dasarnya life is beautiful kan:)
semuanya…
thanx ya udah mampir kerumah aku
moga gak bosen besok2 nyah