Pernah denger yang namanya disiplin dan kontrol diri bukan? Pasti lah ya. Sejak masih duduk di bangku taman kanak-kanak kita semua pasti udah diajari bagaimana caranya duduk yang rapi dengan tangan kita sebagai penunjuk tahapannya. Masih inget kan kalo dulu kita duduk, disuruh duduk yang rapi dengan tangan direntangkan ke depan, terus tangan kanan diletakkan di atas lengan kiri, dan begitu pula selanjutnya dengan lengan kiri kita. setelah itu, zap….! Dan kita pun telah duduk rapi dengan tangan terletak diatas meja.
Sekarang mari melihat disiplin ditambah kontrol diri sebagai bagian dari predictor kesuksesan kita. adakah pengaruhnya? Silahkan jawab masing-masing yah!
Jadi pada zaman dahulu, para ahli mengadakan test yang dinamakan dengan the marsmallow test untuk melihat adakah pengaruh disiplin dan kontrol diri terhadap kesuksesan dimasa depan.
Nah, dalam test itu para anak-anak berusia 5-7 tahun dimasukkan dalam ruangan yang berisi penuh dengan permen yang beraneka ragam. Tiap anak dibolehkan mengambil permen apapun yang mereka mau dengan jumlah yang tak terbatas. Namun mereka diberi syarat; bahwa mereka tidak boleh memakan dulu permen-permen itu. melainkan mereka harus meletakkan nya diatas meja terlebih dahulu dan menunggu para ahli tadi mendatangi mereka. jika mereka mampu melakukannya, maka mereka akan mendapatkan 5x lipat lagi dari jumlah yang mereka pegang saat ini.
Sepeninggal ahli tadi, beberapa anak mulai terlihat gelisah. Saling melirik-lirik temannya dan karena tidak tahan melihat permen yang menggoda itu akhirnya beberapa dari mereka memakannya. Namun beberapa anak terlihat masih bertahan dengan harapan bahwa mereka akan mendapatkan lebih banyak lagi dari yang mereka dapatkan saat ini.
Penelitian itu akhirnya berakhir. Namun yang menarik adalah bahwa ternyata perkembangan mereka dipantau terus hingga mereka dewasa. Dan anak-anak yang mampu menahan diri untuk tidak memakan permen sebelum waktunya rata-rata berada pada tingkat kesuksesan diatas anak-anak yang dulunya tidak bisa menahan diri.
Masih ada satu cerita dari salah seorang pemilik surat kabar nasional tentang disiplin dan menahan diri. Jadi dulu, saat mereka masih kecil-kecil ayah pemilik surat kabar nasional ini selalu mewajibkan anak-anaknya untuk membaca satu saja artikel dari surat kabar untuk mereka diskusikan saat makan malam. Jadi meskipun mereka juga bermain seperti anak-anak lainnya, mereka tetap harus membaca minimal satu artikel per harinya karena mereka akan ditanya pada saat makan malam nanti.
Begitu juga jika mereka hendak membeli mainan. Jika mereka pergi ke pasar dan melihat mainan yang mereka inginkan maka sang ibu akan segera berkata; “tunggu ibu gajian”. Jadi jika mereka menginginkan sesuatu hal, maka mereka sendiri yang akan berkata; “tunggu saat ibu gajian.” meski pada saatnya mereka tetap dibelikan mainan tersebut, namun proses disiplin dan mampu menahan diri akhirnya mampu membuat sang pemilik surat kabar dan saudara-saudaranya ini menjadi orang yang sukses dalam pekerjaannya masing-masing.
Mendengar kisah ini, aku sempat tertohok dalam sekali. Apa iya aku udah bisa disiplin dan menahan diri at my daily life? Rasanya kok belum juga ya:( aku kadang masih suka gak disiplin dengan agenda yang udah aku buat sendiri. Kadang masih suka gak bisa nahan diri kalo udah liat barang obralan. Wah….masak aku kalah sama anak kecil tadi?
kayanya mulai sekarang mesti belajar disiplin n nahan diri lagi nih. Harus bisa! Bahaya kalo ntar jadi emak-emak dan ternyata masih belum bisa disiplin, gimana nasib anak-anakku ntar dwonk?!
Oh ya, Pak Antoni Dio Martin juga berbaik hati kok ngasi tips buat melatih disiplin dan menahan diri ini.
nih dia tipsnya!
1. tuliskan kontrak antar diri anda sendiri untuk berkomitmen melakukan satu hal yang akan membawa anda pada level tertinggi. Berjanjilah untuk melakukannya satu hari selama 12 detik. Kenapa Cuma 12 detik? Hal ini memang sengaja. Kalo anda sudah bisa melakukannya selama 12 detik itu, anda bisa menambah sendiri waktu anda. Namun yang paling sulit dari hal ini adalah mendisiplinkan diri kita untuk konsisten melakukannya setiap hari selama 12 detik.
2. bayangkan betapa menyenangkan hal yang akan kita peroleh jika kita bisa menahan diri. Dan fokus pada rasa senang yang akan kita peroleh mampu membuat kita menahan diri. Hal ini justru bukanlah menjadi penderitaan. Sebab kita hanya berkonsentrasi pada rasa senang yang akan kita dapatkan. Dan jangan lupa, saat sukses melakukan hal-hal kecil tersebut, berikan reward pada diri sendiri dan katakan bahwa kita hebat karena kita mampu melakukannya. Dare to do it?