Catatan Seorang Perempuan Bebas

September 24, 2009

Mengenal Alm.Bapak Sarino

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — mataharicinta @ 6:54 pm

Malam ini saya sungguh tidak bisa memejamkan mata sedikitpun. saya tengah kangen dengan seseorang. seseorang yang belum lama ini mulai mengisi kesendirian saya selama  ini. Rasa rindu itu semakin menjadi, manakala hati menyadari bahwa kami berdua tengah dilanda masalah. Yang pada akhirnya membuat kami mengambil jarak untuk menjauh dan memulihkan diri.

Hingga tiba-tiba nama itu hadir begitu saja dalam benak saya. Bapak Sarino. Beliau adalah bapak dari kekasih jiwa saya itu. Tapi sayangnya beliau sudah tidak ada. Beliau pergi pada tanggal 28 Oktober 2005 silam karena menjadi korban perampokan taksi yang dikemudikannya saat itu.

Yah, beliau memang supir taksi express, yang harus berakhir hidupnya ditangan perampok-perampok gila di jakarta. Tadinya, saya sungguh tidak berpikir untuk mencari tau. Entah kenapa, malam ini saya begitu penasaran. Dan rasa penasaran saya itu terbayar sudah.

Dari dokumentasi-dokumentasi berita elektronik yang saya baca, Beliau adalah sosok seorang rekan kerja yang sangat berdedikasi. Bayangkan saja, ia sudah bekerja selama 15 tahun dan tidak pernah sekalipun membuat pelanggaran. Hal itu membuatnya dianugrahi predikat karyawan teladan oleh pihak perusahaan.

Tidak hanya itu, di mata tetangganya, Beliau juga seorang yang ramah dan santun. Menurut mereka, ia punya tawa yang khas. Sayang, saya tidak akan pernah lagi melihat tawa yang katanya khas itu.

Dan menurut keluarganya, ia adalah sosok ayah yang sangat bijaksana dan penuh perhatian. Saya mengenal Beliau sekilas dari mulut kekasih jiwa saya. Ia pernah bercerita, bahwa ia tidak malu meski ayahnya hanya seorang supir taksi. Sebab sang ayah punya cita-cita yang begitu tinggi, menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi sehingga berhasil dan jadi orang yang berguna. Dan beliau berhasil, kedua anaknya adalah lulusan dari Universitas Indonesia yang saat ini sudah bekerja sendiri-sendiri.

Ada air mata yang mengalir saat membaca kronologis pembunuhan itu. Ada isak yang saya hasilkan saat membaca baris demi baris dimana kekasih jiwa saya begitu tak mampunya menahan kesedihannya saat harus kehilangan sebelah sayapnya. Pun dengan Ibu, Istri Bapak. Baru saya mengerti mengapa ia jauh lebih banyak diam setelah itu. Kata mereka, ia tak pernah menangis setelah kejadian itu. Tapi saya yakin, ia punya trauma dan kekhawatiran yang dalam terhadap anak-anaknya. Ia juga pasti punya kesedihan yang sangat maha karena harus kehilangan belahan jiwanya.

Saya mulai mengingat lagi perselisihan saya dengan anak sulung Bapak, kekasih jiwa saya itu. Saya tau saya tak akan bisa mengulang waktu. Saya tau saya tak akan bisa membalikkan keadaan seperti semula. Saya tau dia pasti kecewa. Saya memahami semuanya.

Saya hanya ingin menjadi perempuan dibaliknya yang menyokongnya untuk mewujudkan semua mimpi dan harapannya. Seperti yang diharapkan oleh Bapak, untuk menjadi orang yang berguna. Saya hanya ingin menjadi perempuan itu. Saya ingin menemaninya dalam perjalanan yang pasti akan panjang. Saya ingin memeluknya saat ia terjatuh. Dan menghiburnya jika ia menangis.

Saya mungkin tidak akan pernah lagi bertemu dengan Alm.Bapak. Saya tidak akan pernah mempunyai calon ayah mertua. Tapi saya seperti sudah mengenalnya bertahun-tahun. Saya menangis membaca beritanya. Saya menangis membaca kesedihan yang tertera dalam tiap baris ucapan anak dan istri Bapak.

Kesedihan yang membuat saya tiba-tiba begitu rindunya dengan anak sulung Bapak. Kekasih jiwa saya. Selamat Jalan, Bapak. Semoga Diberikan tempat terbaik disisi-Nya. Saya berjanji, jika saya memang diberi kesempatan, saya akan menjaga anak sulung Bapak dengan seluruh jiwa raga saya.

Juli 11, 2009

kemana rindu ini melangkah?

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — mataharicinta @ 2:27 pm

Kepada hati itu aku terlena. dimana kau berada, aku terbawa. kepada hati itu, aku terus mencoba, dimana kau berada, aku terbawa.

Entahlah, kemana dia. sampai pada pucuk cemara jejaknya pun hanya tinggal hembusan angin.

Bahkan angin pun tak lagi menyisakan apa-apa tentang harumnya. membuatku kembali menunduk menatap tanah, mencoba mencari jejak langkahnya. tapi tetap tak ada. segalanya, seperti hilang bersama angin.

Setidaknya, pada tanah ada harapan yang dinyanyikan rindu. setidaknya pada tanah, pelangi selalu menari. setidaknya pada semua, rindu akan selalu menggebu.

Tapi kali ini tak ada rindu yang bermuara harap. tak ada hujan pula yang mencipta semburat warna warni di ujung langit. pun sejujurnya, aku tak tau kemana rindu ini bermuara. ia seolah kehilangan dermaganya. dermaga yang tadinya masih disana. tapi tak lagi kulihat kini.

Jika tak ada rindu lagi, untuk apa perahu itu melaut. hanya pada lambaian selendang nona ditingkahi lenggok nyiur kelapa, pelabuhan menjadi bermakna, dan demi pasir yang mengajarkan tepi pada laut….melati terus berharap.

Rindu itu masih ada. hanya saja, bumi seolah enggan menerimanya. hingga ia melayang kesana kemari tak tentu arah. rindu itu masih ada. hanya saja, ia masih menunggu. ia berharap ada tepi pada laut yang bisa diinjaknya. tapi, ia tetap tak menemukannya. ada rindu, yang tak menemukan tempat berpulangnya, maka kemana langkah harus kubawa?

Bukankah antara langit dan bumi ada horison yang membuat semuanya lebih indah. rindulah pada suatu ketika yang merenggutmu dari kehidupan dan juga pada waktu yang tak pasti menarikmu kedalam bianglala kebahagiaan.

Andai ada horison yang bisa  menempatkan rindu itu disana, maka pasti akan kulakukan. rindu itu memang telah menarik jiwaku dari raganya. membawanya pada suatu tempat yang mulai tak kukenali. bukan bianglala kebahagiaan. dan kuharap bukan pula bianglala kesengsaraan. tapi rindu itu hanya berputar-putar disana. ia tak bisa memilih tempatnya menjejak. namun entah kenapa, sejauh mata memandang, hanya ada hamparan gelap. tak ada cahaya yang bisa menuntun rindu ini. aku mulai lelah, tapi masih tak ingin menyerah…..

ada sayap yang terluka, ada gelap yang menghunjam…. dimanakah rindu saat gelap itu mengundang dirimu masuk kedalamnya, disana mungkin tidak ada tarian dengan kipasan sayap… tapi pada kegelapan cahaya lebih berarti, pada kesengsaraan kebahagiaan lebih terasa indah…..

tapi dimana menemukan cahaya saat gelap mengepungku? tak ada tarian yang bisa kulihat karena mataku menjadi buta bersama gelapnya ragaku. andai ada cahaya diujung sana, akan kukejar seberat apapun jalannya. meski mungkin saja akan mengoyak-ngoyak sayapku yang telah terluka. aku hanya ingin melihat setitik saja cahaya. adakah yang bisa menuntunku?

biarlah waktu yang mengobati hati dengan sebentuk senja, bersiullah pada pucuk2 ilalang semoga embun masih tersimpan dibalik kelopak untuk menghilangkan dahaga… biarlah mengalir jejak itu sampai meninggalkan debu.. mungkin pada tikungan sana ada seseorang yang menyambutmu dengan pelukan hangat dan sekuntum mawar…

Maka itulah yang akan kulakukan. terlalu lelah aku melanjutkan perjalanan dan mencari jawab. maka biarkan aku disini, menunggu dalam kesendirian, dalam kegelapan. aku percaya, ada cahaya diujung sana. aku percaya, ada cahaya…..

Writen by: Neng feat Kang Almas

a lonely saturday nite……..

Juli 9, 2009

Saya sedang terpesona…..

Diarsipkan di bawah: Jatuh Cinta — Tag:, , — mataharicinta @ 10:53 am

Kalau ada yang mengatakan betapa tak belajarnya saya tentang sebuah rasa sakit akibat mencintai, mungkin itu memang benar. Betapa tidak, sekian pengelaman menyakitkan ternyata tak juga menyurutkan rasa hati ini untuk mencintai seseorang. Bahkan meskipun rasa itu harus membuat hati berdarah-darah karenanya.

Tapi memang bukan saya namanya jika pernah kapok. Toh, saya pada akhirnya jatuh cinta lagi. Jatuh cinta yang membuat saya merasa selalu cerah. Meski tak selalu melihat sosoknya, rasa itu sanggup melukis berbagai siluet warna setiap kali saya menatap cahaya.

Hah…, berubah puitis pula saya. Tapi, biarlah. Intinya, saya saat ini tengah terpesona. Saya tengah terpesona akan semua gerak-geriknya. Saya terpesona pada semua yang ditulisnya. Saya terpesona pada semua yang dijadikannya indah penuh warna diatas frame. Saya……, memang sedang terpesona agaknya.

Saya ingin terus terpesona. Karena itu, sedikit banyak membuat saya merasa menjadi perempuan. Perempuan yang tengah mencintai seseorang, dengan apa adanya dirinya.

Saya ingin terus terpesona. Karena itu membuat saya merasa paling ahli dalam bidang seni, meskipun saya tak menyandang gelar untuk itu. Keterpesonaan itu mendadak mampu membuat saya mengerti apa kata angin. Membuat saya mengerti apa yang tengah dimaksud bumi saat dicurah ribuan tetes air dari langit.

Ah, semakin tak karuan saja rasanya puitis ini. Satu yang saya rasa, saat ini saya memang terpesona padanya. pada dia yang disana, yang terpisah oleh batasan-batasan tembok gedung ibukota.

Tapi saya tak peduli. karena keterpesonaan saya, ternyata mampu merubuhkan batasan itu……..

Juli 3, 2009

God, please……….

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — mataharicinta @ 12:44 pm

How’s life treating you?

For me, it’s not always good. and  i do believe that all people do face the same thing as me.

I Really do not want to complain. but my life seems getting more horrible day after day.

Until i think, that i’m not breathing again……..

Juni 23, 2009

Re-plan my life

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — mataharicinta @ 4:04 pm

i just read this quote a couple days ago, which said that;

“Life is all about yourself and your passion, not others”

i thought, i have put my life into people’s control since i joined office’s environment anymore. and with all due respect to everyone, i need to re-plan mine. need to re-arrange my future.

That’s it!

Mei 26, 2009

Pay Attention to a few little thing (part 2)

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — mataharicinta @ 12:07 pm

Sampai dirumah, perasaan saya mulai tenang. yah, tentunya masalah tidak hilang begitu saja. tapi saya mulai berpikir, masalah sepelik apapun pasti selalu ada jalan keluarnya selama kita mau berusaha.

“tatak….!” dan inilah satu lagi hal hebat yang membuat saya selalu suka pulang kerumah. sejak keluarga kami memiliki 1 lagi anggota baru, rumah menjadi berbeda.

“tak ita……..!” suara kecil yang melengking itu memanggil lagi. kali ini ia sudah berdiri di hadapan saya dan menanti saya mengulurkan tangan dan menjabat tangan mungilnya.

berapa banyak dari kita yang peduli pada hal-hal ajaib dari seorang batita? apalagi jika ia tengah dililit masalah pelik. padahal, semakin berlari dan bersembunyi sendirian kedalam gua, kita tidak akan menemukan siapapun. tapi menyibukkan diri dengan hal-hal kecil yang tak pernah kita perhatikan dengan purna ada kalanya selalu memberikan energi baru untuk berbuat lebih.

melihat senyuman dan merasakan tepukan lembut dipundak oleh seorang ibu hanya karena uang 1000 rupiah membuat saya berpikir, saya ingin melakukan hal-hal lain yang lebih baik lagi demi melihat senyuman dan merasakan tepukan yang seperti itu lagi. tentu saja, tidak semuanya akan begitu. tapi percayalah, berbuat baik meskipun hanya kecil saja, punya efek yang sangat besar pada hati kita sendiri. seperti seseorang yang tengah fly. ah ya, saya tahu anda pasti akan menganggap saya terlalu lebai. tapi menurut hemat saya, anda harus melakukannya sendiri untuk bisa merasakan ‘fly’ tersebut.

sering-sering melihat kebawah juga merupakan obat mujarab, ditengah-tengah dunia yang sudah semrawut ini. saat saya merasa begitu buruk dan begitu patah, saya melihat anak di kereta itu. dan tiba-tiba saya mulai merasa, saya adalah orang yang masih beruntung. saya bukan sedang patah, saya hanya belum berbuat yang terbaik. hingga saat terjatuh sedikit saja, saya sudah merasa begitu buruk dan patah.

rajin melihat kebawah juga mengajari saya untuk melakukan sesuatu yang sangat penting, bersyukur! seperti yang sudah dijanjikan oleh Allah dalam Al-quran, dan bersyukurlah, niscaya akan Aku tambahkan rezekimu.

dan keluarga sungguh adalah obat paling mujarab untuk persoalan apapun. keluarlah dari pintu kantor dengan wajah kusut, dan anda akan masuk kerumah dengan wajah yang tersenyum karena kehangatan di dalamnya. tapi, berapa banyak yang mau repot-repot memperhatikan hal-hal seperti itu? alih-alih bercengkerama, masuk keruang kerja sering kali mereka rasa sebagai pilihan paling tepat begitu sampai dirumah.

dan saya sungguh beruntung dapat menangkap kehangatan itu melalui senyum dan celoteh tak jelas yang keluar dari bibir adik perempuan saya yang baru 1,5 tahun itu. karena seluruh tingkahnya yang polos sudah memberitahu saya, hidup ini sudah terlalu rumit untuk dibuat rumit lagi. dan alangkah rumitnya hidup yang seperti itu. seperti ia yang masih sering jatuh saat tengah berlari, begitupun juga hidup. ada kalanya harus jatuh saat kita merasa kita tidak mungkin jatuh. dan seperti adik saya, yang akan tertawa lagi setelah ia menangis karena haus, saya percaya bahwa hidup saya pun akan menemukan jalannya. tertawa setelah menangis.

PHK, kewajiban yang masih belum selesai, kini bukan lagi berarti gelap dimata saya. tapi semuanya adalah cara agar saya lebih menikmati hal-hal kecil dalam hidup yang tidak pernah saya sadari selama ini. bahwa hal-hal remeh di sekitar kita, sering sekali menjadi oase bagi hati yang tengah kering. saya memang tetap menangis, tapi setelah itu saya tahu saya akan tertawa lagi. entah karena apa, saya pun tidak tahu. tapi saya harus! karena hidup ini harus tetap dinikmati dalam keadaan apapun.

*saat lembur dikantor, dan inget pengalaman beberapa bulan yang lalu*

Pay Attention to a few little thing (part 1)

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — mataharicinta @ 11:28 am

Ada yang pernah mengataka hidup ini hanya sekali, maka hiduplah yang berarti. hidup yang berarti yang pada akhirnya sering diartikan menjadi hidup yang penuh kerja keras, hingga kerap kali tak sempat untuk melihat hal-hal kecil nan ajaib.

boleh dikatakan, beberapa saat yang lalu adalah saat dimana hidup saya menjadi terasa sangat berat. hidup sendiri tanpa pekerjaan yang defenitif tentu lumayan berat untuk dijalani kan? saya tentu tidak mungkin merepotkan orang tua saya lagi dan menumpangkan beban hidup saya pada mereka.

itu semua belum termasuk ‘kewajiban’ saya yang belum selesai. jadi lengkaplah sudah. di PHK dari perusahaan karena terimbas krisis global, masih memiliki kewajiban bersisa, serta hanya seorang diri. tanpa orang spesial yang bisa diajak berbagi. untuk sesaat, saya merasa saya benar-benar akan tenggelam. sendirian saja.

hingga suatu hari, saya harus pulang kerumah orang tua saya diRiau. untuk menempuh tempat itu saya selalu lebih suka menaiki kereta api, daripada bus. menurut saya, di kereta kita akan dapat melihat berbagai tipe orang dan macam-macam tingkah mereka. yah, anggap sajalah ini sebuah refreshing hati.

pagi itu saya bergegas membeli karcis di loket. tidak ada siapapun, selain seorang ibu yang saya lihat hanya sendiri saja. ia membawa barang yang lumayan banyak. dan didepan loket, saya lihat ia tengah menyerakkan lembaran uang kertas ribuan disana. well, what’s going on here?

saya mengamati ibu itu dengan tekun. yah, tentu tidak sopan menyerobotnya begitu saja kan?

“wah, kurang seribu, nak”, saya mendengar ia berseru pada petugas tiket. namun tak ditanggapi oleh gadis itu. sesuatu mengusik hati saya. yang lantas segera membuat saya cepat membuka dompet dan menarik seribu dari sana.

“ini sisanya, Bu”. ia menatapku sumringah.

“wah, terima kasih ya, Nak.” saya hanya mengangguk sambil tersenyum. dan senyum saya semakin mengembang tatkala ia menepuk bahu saya lembut sebelum berlalu. jujur, saya senang sekali.

didalam kereta dan saya hanya tertidur. tapi begitu sampai di tebing tinggi, mau tidak mau saya harus membuka mata saya. yah, betapa sangat tidak nyaman resanya tidur, sementara para pengamen dan pengasong berkeliaran di lorong-lorong sambil berlomba berteriak-teriak menjajakan dagangan mereka. biasanya saya selalu kesal dengan saat-saat seperti ini. tapi saat seorang pemuda berusia sekitar 17-an menjajakan dagangannya pada saya, ada yang hangat mengalir di hati saya.

saya mulai terbayang dengan adik saya. anak didepan saya ini harus susah payah berjualan terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. sementara hari ini, adik saya sedang anteng duduk dan mengerjakan soal ujian di kelasnya. ia juag tidak perlu repot memikirkan biaya kuliahnya yang akan menjelang dalam 4 bulan kedepan. karena semuanay memang sudah disiapkan orang saya kami.

ia masih menatap saya dengan pandangan yang seolah berarti; “belilah dagangan ini kak”. namun saya hanya bisa menggelengkan kepala saya. bukan, bukan saya tidak mau membantunya. saya hanya tidak pernah tertarik untuk membeli apapun didalam kereta.  tapi mata saya sungguh tak lepas menatapnya yang berlalu. entah kenapa, rasanya bersyukur sekali kami tidak harus seperti itu. pelan-pelan saya mulai sadar, jika tadinya saya merasa tenggelam, sepertinya itu bukanlah keadaan yang sebenarnya. saya hanya sedang menyerah saat itu. karena sebenarnya di dunia ini ada banyak orang yang jauh lebih susah dan merana daripada saya.

Mei 3, 2009

time to thankful for a great life i ever had

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — Tag: — mataharicinta @ 9:49 am

life could seems so hard to face when you always focus into your terrible problem, at least that what you said to everyone. but, today i learn something new about facing the life, even the terrible one!

just learn to face the problem. do not avoid it, but fight for it. maybe everyone prefer to run away of the problem, but as you know, it’ll never solve the problem.

maybe this posting doesn’t solve, either. but, just think what we can do is better than act as if we do not problem at all.

P.S: get a conclusion by your self ya!

April 20, 2009

payback time!

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — Tag: — mataharicinta @ 3:03 pm

i’m crazy, i thought.

just because somebody who had broken my heart. somebody who told that he loved me in couple weeks ago and leaved me without words since a week ago.

how come you do that, man? okay, enough writing about him. i do not hate you. i just want to arrange a few things to pay back what you did.

hohoho, take it easy guys, i won’t kill him. but, i deserve for it, rite? i’m not an angel who doesn’t have sense of mad when somebody i love leaved me. just leave me.

okay, if you want to walk out of my life, fine! i could accept it. but, fyi….i deserve for the better good bye, rite? you hurt me!

payback time will come, maybe to you, or somebody else you loved.

April 17, 2009

saat jatuh cinta tak seindah terdengarnya

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — Tag:, — mataharicinta @ 2:10 pm

banyak orang bilang saat jatuh cinta kita hanya akan merasakan dunia yang penuh warna. hanya ada warna ceria, senyuman, atau malah bunga-bunga yang bermekaran. kalau merujuk pengalaman ical dalam laskar pelangi the movie akan ada banyak sinar-sinar yang tiba-tiba hadir didepannya. jika merujuk film india, maka tiba-tiba para pemain biola dan gitar akan bermunculan sambil menggesekkan irama-irama cinta nan syahdu.

tapi kenapa saat aku jatuh cinta yang ada hanyalah sepi? tak ada bunga, tak ada senyum, tak ada warna. apalagi para pemain biola dan gitar yang memetik merdu iramanya.

selalu, aku bertanya dalam hati. apa jatahku dibumi ini hanya untuk mencintai dan tidak untuk dicintai? sebab yah, aku selalu mencintai. tapi selalu patah diakhirnya.

kenapa jatuh cinta tak pernah menjadi indah jika itu terjadi padaku? apa memang ada manusia didunia ini yang ditakdirkan untuk tidak pernah dicintai tapi selalu mencintai dengan dahsyatnya?

i always know when i’m totally in love. but i never know when i’m absolutely to be loved. i keep seeking for the love. once, i found it. but it gone, again. i intend to give up. but my heart avoids me. keep seeking. you’ll find the love someday. coz, love itself will find a way.

yah, mungkin saja cinta sejatiku itu tengah tersesat. atau mungkin saja tengah mewujudkan mimpi besarnya. sehingga saat ini, ia belum bisa muncul. semoga saja, hopefully.

Tulisan yang Lebih Tua »

Blog pada WordPress.com.